Archive

March 23rd, 2010

IPDN Cetak Birokrat Generalis

Manado-Gubernur Sulawesi Utara Drs Sinyo Harry Sarundajang (SHS) mengatakan, Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) merupakan lembaga pendidikan pencetak kader – kader birokrat yang memiliki kompetensi generalis tapi bukan spesialis. Hal itu dikatakan SHS saat memberikan kuliah umum dalam penerimaan 100 Praja IPDN Kampus Regional Manado di ruang Huyula kantor Gubernur, Selasa (23/03).

Harga Cengkih Memihak Petani

Manado-Petani emas coklat- Cengkih- di Sulut tak perlu gelisah memikirkan masalah harga jual komoditi idola ini. Gubernur Sulut, Drs Sinyo Harry Sarundajang (SHS) dan jajarannya sudah ambil langkah-langkah strategis mendongkrak harga jual agar tetap di level minimal Rp 50 ribu per kilogram.

Komoditas cengkih yang diproduksi bumi perkebunan Sulut memang berbeda dengan daerah lain. Selain aromanya lebih kuat, Cengkih Nyiur Melambai juga berkwalitas tinggi. Sehingga jangan heran produk Sulut umumnya diincar pabrikan rokok mapan di Pulau Jawa.

Jadi Calo CPNS, Oknum PNS di Dewan Sulut Terancam Dipecat

Manado-Salah satu oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkup Sekretariat DPRD Provinsi terancam di pecat karena menjadi calo dalam penerimaan CPNS 2009 lalu. Oknum PNS tersebut sekarang ini telah menjadi tahanan Polda Sulut dan sedang menjalani penyidikan.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulut, Jefri Korengkeng SH, mengakui, proses pemecatan terhadap oknum tersebut akan segera dilakukan. Pihaknya sedang mengkaji apakah oknum PNS itu akan diberhentikan secara tidak hormat atau dengan hormat.

Wilar Kecam Pernyataan SVR di Sidang Sinode GMIM

Manado-Peneliti senior KPG Jogya, Max Wilar, menilai pernyataan Bupati Minahasa Drs Stefanus Vreeke Runtu (SVR) pada pembukaan Sidang Majelis Sinode GMIM ke 75, merupakan pernyataan yang bertentangan dengan hakikat gereja.

“Pernyataan Runtu adalah sebuah stigma politisasi GMIM yang sangat bertentangan dengan paham teologis’ gereja sebagai tubuh Kristus’ yang kelihatan,”sergahnya dalam release yang diterima sulutonline, Selasa (23/03).

March 22nd

Gubernur Yakin Soal UN SMU Sederajat Tidak Bocor

Manado-Gubernur Sulut Drs Sinyo Harry Sarundajang (SHS) menyatakan keyakinannya berkas soal Ujian Nasional (UN) di Sulut tidak akan bocor, menyusul pengamananya ditangani langsung aparat kepolisian. Bahkan pemerintah provinsi (Pemprov) maupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Pemerintah kota (Pemkot) terlibat langsung dalam pengawasannya.

Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik SHS ke Jakarta

Manado-Kasus dugaan pencemaran nama baik Gubernur Sulut Drs Sinyo Harry Sarundajang (SHS) oleh Majalah TIRO, akhirnya ke Jakarta. Sebelumnya, oleh Pemprov Sulut telah dilaporkan ke Mapolda Sulut. (Baca arsip berita: Penyebar Fitnah Gubernur Resmi Dilapor ke Polda, Sabtu (06/02/2010), red).

March 21st

Lanjutkan Pembangunan, Wujudkan Rakyat Sejahtera

Manado-Freddy Walewangko, Jurubicara Tim SHS Center mengatakan, kunjungan sejumlah pejabat Negara di daerah ini seharusnya dilihat sebagai suatu program dinamis Pemerintah Provinsi yang sedang mempersiapkan Sulawesi Utara punya daya siang kedepan dan unggul dalam berbagai bidang.

March 19th

Setiap Bulan 40 Ribu Orang Terinfeksi HIV

Manado-Data yang dibeber Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Nasional sangat mengejutkan. Betapa tidak, dalam penelitian dipublikasi di tahun 2005, membuat estimasi bahwa ada 20 ribu hingga 40 ribu orang setiap bulan yang terinfeksi HIV,di Indonesia dan sebagian mereka tidak terjangkau oleh program yang dilaksanakan KPAD.

SHS Sukses Angkat Kesejahteraan Pekerja Sulut

Manado-Dari sekian banyak terobosan yang sudah ditorehkan Gubernur Sulut Drs Sinyo Harry Sarundajang (SHS) untuk mengharumkan daerah di mata nasional dan internasional, ternyata khusus bagi tenaga kerja (naker) kejelian SHS dapat dirasakan dengan penetapan produk Upah Minimum Provinsi (UMP) yang ditetapkan tiap tahun dan mampu meningkatkan kesejahteraan kaum pekerja dan buruh melalui angka penghasilan yang lebih memadai.

Wilar: Politisasi Gereja Sama Dengan Mengundang Syaitan

Manado-Alumnus Sekolah Tinggi Teologi Jakarta, Max Wilar mengatakan, setiap “politisasi” lembaga gereja yang dilakukan secara terbuka ataupun terselebung sama halnya dengan mengundang syaitanLucifer memasuki ruang penyelenggaran institusi gereja.

“Gereja sebagai tubuh Kristus yang kelihatan,”ingatnya.

Untuk itu kata dia, Sidang Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) ke 7, harus sungguh-sungguh merupakan sidang gerejawi dan jangan dicampuri macam-macam seperti yang di imbau Pdt Andreas Yewangoe Ketua Umum Persekutuan Gereja di Indonesia (PGI).