Archive

February 26th, 2013

Gubernur Terima LHP dari BPK RI

Manado-Dalam rangka melaksanakan amanat Tiga paket undang - undang keuangan Negara, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI perwakilan Provinsi Sulut menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dengan jenis pemeriksan yaitu Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu (PDTT) untuk Pemprov Sulut sebanyak 2 LHP.

Laporan tersebut diterima langsung oleh Gubernur Sulut DR Sinyo Harry Sarundajang di dampingi Wakil Gubernur DR Djouhari Kansil, Sekdaprov Ir SR Mokodongan, di kantor Kepala Perwakilan BPK RI Sulut, Senin (25/02), dari Kepala Sekretariat Perwakilan BPK Sulut Drs Suwarno,

Wagub Desak Pengembang Citraland Kembalikan Rasa Aman dan Nyaman Penghuni

Manado-Wakil Gubernur Dr Djouhari Kansil, dalam rapat bersama sekitar 22 perusahaan pengembang perumahan bersama instansi terkait di Provinsi, Kabupaten dan Kota di Sulut, mewanti-wanti agar meneliti kembali pemberian ijin perumahan.

SHS Pimpinan Penandatanganan Pakta Integritas SKPD

Manado-Gubernur Sulut DR Sinyo Harry Sarundajang, bertempat di ruang Huyula Kantor Gubernur, Senin (25/02) memimpin acara penandatanganan penetapan kinerja SKPD dan pembahasan penyusunan rencana aksi reformasi Birokrasi Pemerintah Provinsi Sulut.

Dalam acara tersebut Gubernur SHS mengingatkan kepada seluruh Kepala SKPD di Lingkup Pemprov Sulut untuk tetap melaksanakan tugas dengan penuh integritas dan tetap bertanggungjawab dengan pelaksanaan tugas sehari hari.

February 25th

Nonton Cap Go Meh, Manado Jadi Lautan Manusia

Manado-Prosesi Cap Go Meh atau Goan Siau di Manado, Minggu (24/02), telah menjadi daya tarik tersendiri. Selain di tonton warga lokal, pun dipadati wisatawan mancanegara. Diperkirakan ratusan ribu manusia memadati kawasan China Town. Manado jadi lautan manusia.

Prosesi yang dimulai sejak pukul 15.00 wita dan berakhir sekitar pukul 19.35 wita itu, diwarnai dengan berbagai atraksi menarik. Selain atraksi Tang Sin, Cakalele, Musik Bambu dan Bia, juga ada parade dewa- dewi serta pertunjukan jurus Mabuk Wushu.

SHS: Cap Go Meh Sudah Jadi Milik Warga Sulut

Manado-Gubernur Dr Sinyo Harry Sarundajang (SHS) mengatakan prosesi Cap Go Meh bukan hanya milik warga Tionghoa melainkan juga telah menjadi milik warga Sulut, khususnya Kota Manado.

Demikian SHS saat menghadiri prosesi Cap Go Meh Minggu (24/02) siang hingga petang.

"Ini event yang memiliki muatan religius yang tinggi, yang terpelihara oleh masyarakat Tionghoa di seluruh Indonesia, dan perayaan di Sulut merupakan event terbesar, kegiatan ini sangat menarik dan dapat meningkatkan perekonomian daerah, karena banyak turis yang datang", ujar SHS.

February 23rd

Cap Go Meh 24 Februari Direstui

Manado-Prosesi Cap Go Meh yang akan dilaksanakan Minggu (24/02) dipastikan seru, menyusul beberapa orang Thang Sin dan belasan Kio (usungan), akan keluarga Klenteng dan mengitari kompleks China Town Manado.

Perhimpunan Tempat Ibadah Tri Dharma yang ada di Kota Manado, Dua hari sebelum Cap Go Meh, melakukan ritual pembersihan alat-alat, tandu, yang akan digunakan untuk Cap Go Meh. “Prosesi Cap Go Meh telah direstui," kata Ketua TITD Ban Hing Kiong Jemmy Budijaya Binsar.

Sus Sualang-Pangemanan: Longsor Citraland Tanggung Jawab Pengembang !

Manado-Wakil Ketua Dewan Sulut, Ny Sus Sualang – Pangemanan, mengatakan, bencana longsor yang telah memakan korban jiwa di kawasan elite Citraland, Minggu (17/02) lalu, merupakan tanggung jawab pengembang.

“Jelas pengembalah paling bertanggung jawab, mereka tidak memikirkan sisi keselamatan penghuninya, mungkin juga pengembang tidak memikirkan kontur tanah yang ada dikompleks itu,"tegasnya.

Terkait Rencana Relokasi Korban Bencana, Pemprov Sulut Siapkan Lahan

Manado- Sekertaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulut, Ir SR Mokodongan, menegatakan pemrintah provinsi Sulut akan menyiapkan lahan relokasi bagi korban bencana banjir di sepanjang DAS Tondano.

Demikian keterangan Mokodongan pada sejumlah wartawan, Jumat (22/02), menanggapi pernyataan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, agar korban bencana sebaiknya direlokasi, saat berkunjung ke sejumlah lokasi bencana banjir di Manado, Kamis (21/02).

Kejati Sulut Gandeng Jaksa USA dan FBI Cegah Trafficking

Manado-Terus meningkatnya kasus perdagangan orang (Trafficking) di Sulut, memaksa Kejati Sulut mendatangkan Kejaksaan Amerika (USA) dan FBI (Federal Burreau of Investigation), untuk memutus mata rantai trafficking.

Alhasil, digelarlah seminar yang bekerjasama denganYayasan Compassion First di Hotel Sahid Manado selama 2 hari, yakni sejak Kamis (21/2) hingga Jumat (22/02).

Kementrian KP Akan Bantu Peternak Ikan Korban Bencana

Manado-Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulut, Ir Ronald Sorongan, mengatakan, Kementrian Perikanan dan Keluatan RI akan membantu peternak ikan yang menjadi korban bencana banjir, tanah longsor dan angin puting beliung, Minggu (17/02) lalu.

“Saya sudah laporkan kerugiannya, saat rapat di Kementrian Perikanan dan Kelautan RI. Mereka akan turun memverifikasi data dan akan membantu,”terang Sorongan, Jumat (22/02).

Dikatakan Sorongan, bencana banjir lalu telah memporak-porandakan para peternak ikan air tawar (Karamba, red), di sepanjang DAS Tondano.