Manado Fiesta 2019, Kerukunan dan Bunaken Jadi Primadona

Manado Fiesta 2019, Kerukunan dan Bunaken Jadi PrimadonaManado Fiesta 2019, Kerukunan dan Bunaken Jadi Primadona

Manado-Ketika berbicara Kota Manado, atapun orang-orang mendengar Kota Manado, maka terbesit dalam pikiran kita tentang Kerukunan dan keindahan taman bawah laut Bunaken yang terkenal mendunia ini.

Sebagian besar turis mancanegara ataupun lokal ketika menginjakan kakinya di Bumi Nyiur melambai, tujuan utama mereka menikmati keindahan taman laut Bunaken dengan diving dan snorkeling, ditambah dengan panorama alam yang indah, aktitas masyarakat nelayan dan hamparan pasir putih kian mempertegas kepulauan Bunaken merupakan Destinasi Wisata kelas dunia yang ada di Kota Manado.

Begitupun dengan kehidupan masyarakat rukun dan damai, diwariskan oleh para pendahulu kita, terus terjaga dan terpelihara dengan baik, sehingga menjadi budaya atau gaya hidup orang Manado yang memancarkan toleransi antar umat beragama, suku dan budaya (Manado Rumah Besar Keberagaman).

Ditambah dengan kehidupan relijius masyarakatnya sehingga di Tahun 2019 ini, oleh para Pemimpin Agama, Tokoh Agama dan Masyarakat bersama Pemerintah Kota Manado, menjadikan Kota ini, sebagai Kota Doa, baik Gereja, Mesjid, Pura dan Wihara, setiap awal bulan (tanggal 1 bulan berjalan) dibuka bagi masyarakat sesuai dengan kepercayaannya berdoa untuk Kota Manado yang diberkati.

Sehingga label Kota tertoleran di Indonesia menjadi bagian dari Kota Manado. “Dua hal ini menjadi Branded untuk ditampilkan dalam Manado Fiesta 2019,” ucap Walikota Manado, DR. Ir. GS Vicky Lumentut, SH, M.Si, DEA pada rapat Manado Fiesta beberapa waktu lalu.

“Khusus untuk pesona Taman Laut Bunaken, akan ditampilkan lewat Parade Night Carnival dalam open ceremony Manado Fiesta 2019 pada tanggal 27 Juli mendatang,” tambah Walikota dua periode pilihan rakyat ini.

Seraya terus mengajak masyarakat Kota Manado untuk terlibat dan mengsukseskan kegiatan akbar ini. “MARIJO KA MANADO. (tim/sulutonline)