ODSK Berharap Inflasi Tetap Terjaga

Hanny WajongHanny Wajong

Manado-Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dibawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE dan Wakil Gubernur Drs Steven Kandouw (ODSK) menyepakati langkah strategis untuk menjaga agar inflasi tetap terkendali dan stabil di bulan berjalan ini.

Karena itu, harus terus dilakukan langkah koordinasi dengan segenap Instansi yang ada di lingkup Perangkat Daerah Pemerintah Provinsi serta di jajaran 15 Pemerintah Kabupaten Kota yang ada di Provinsi Sulawesi Utara.

Demikian Kepala Biro (Karo) Ekonomi Setdaprov Sulut Hanny Wajong, Rabu (11/09/2019).

“Untuk menjaga Inflasi itu tetap terkendali, kita harus melakukan terus koordinasi baik Perangkat Daerah di Provinsi maupun di Kabupaten/Kota agar kita mendapatkan informasi yang jelas akan ketersediaan apa yang sedang dibutuhkan masyarakat,” Tutur Wajong.

Menurut Wajong terkait ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat diharapkan dapat selalu tersedia dipasaran agar inflasi itu tetap terjaga dan terkendali karena hal ini akan berdampak ke segala sektor dan daya beli masyarakat dapat dijamin pemerintah akan ketersediaannya.

“Seperti halnya untuk beras, Bolog sendiri mempunyai stok yang cukup dan jika sewaktu-waktu dibutuhkan masyarakat akan langsung disuplay jika ada kekurangan dipasaran, atau kami dapat melakukan kerja sama dengan Derah lain yang memiliki produk yang kita butuhkan,”kata Wajong.

Wajong Juga menambahkan, bahwa telah beberapa kali melakukan Rakor dengan segenap Perangkat Daerah Kabupaten/Kota dan mereka meresponnya dengan baik.

Sementara itu, Sekertaris Provinsi (Sekprov)Sulawesi Utara Edwin Silangen yang ditemui di Loby Utama Kantor Gubernur mengatakan bahwa saat ini Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi terus menjaga agar inflasi Daerah tetap berada dibawah inflasi Nasional yang berada di angka 3,4±%.

“Fungsi koordinasi dan komunikasi harus selalu terjalin, karena jaka ada kelangkaan komoditi, bahan pokok dan lain-lain koordinasinya harus selalu tetap terbangun agar tidak terjadi apa yang disebut kelangkaan,”terangnya.

Silangen menambahkan, terutama yang ada di Kota Manado dan Kota Kotamobagu yang dilakukan evaluasi disetiap pasar dan secara general di 15 kabupaten/kota.

“Untuk barang-barang kebutuhan pokok yang strategis ini harus tersedia cukup dan yang layak sehingga inflasi bisa kita kendalikan, terutama Barito,”kata Silangen. (tim/sulutonline)