SHS Sebutkan 5 Faktor Perpecahan Bangsa

Gub SHS saat Kongres GMKI di ManadoGub SHS saat Kongres GMKI di Manado

Manado- Gubernur Sulut Dr Sinyo Harry Sarundajang (SHS) dalam pemaparan materinya di Kongres ke-33 Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) yang sedang berlangsung di Aula Universitas Sam Ratulangi Manado, menyebutkan 5 faktor perpecahan bangsa.

Dikatakannya, potensi konflik di Indonesia mengintroduser 5 faktor yang dapat mengakibatkan perpecahan dalam suatu bangsa yaitu Pertentangan antar elit politik yang tidak berkesudahan, krisis politik, krisis ekonomi, disintegrasi dan pecahnya tentara atau aparat keamanan.

Menurut Doktor Ilmu Politik lulusan Universitas Gajah Mada Jogjakarta yang juga mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa dibidang Kepemimpinan Masyarakat Majemuk dari Universitas Islam Negeri Malang tersebut, potensi-potensi konflik ini jangan sampai terjadi atau dibiarkan bertumbuh dan berkembang di Indonesia.

“Karena itu, semua komponen bangsa harus berkomitmen untuk menjaga bangsa ini dari hal-hal tersebut,”imbaunya.

Gubernur juga mengajak para kader GMKI untuk mampu menyuarakan dan mengingatkan kepada pemerintah di tempat masing-masing untuk menghindari potensi konflik yang dapat menghancurkan persatuan bangsa.

Diterangkan SHS, bangsa ini adalah Miracle Nation yang telah dibangun oleh para founding fathers diatas realitas kemajemukan yang menjadi ciri khas bangsa ini. Pemimpin Indonesia harus bisa mengelola kemajemukan dengan hati nurani yang bersih dan berprinsip bahwa Kemajemukan adalah hal yang hakiki dan merupakan bagian dari bangsa ini.

"Kemajemukan itu adalah karunia Tuhan dan merupakan sesuatu yang hakiki. Coba bayangkan apabila Tuhan menciptakan kita semua sama pasti akan terjadi kebingungan dan kekacauan. Yang menjadi permasalahan adalah bagaimana kemajemukan tersebut dikelola sehingga dapat menjadi hal yang indah dan berkontribusi untuk kemajuan bukan justru mengarah kepada konflik yang menyebabkan kekacauan".

Demikian antara lain dikatakan Gubernur Sulawesi Utara Dr. Sinyo Harry Sarundajang dalam pemaparan materi yang disampaikan tanpa teks dihadapan peserta kongres.

Kongres itu sendiri telah dibuka kemarin (8 Okt 2012) oleh Ketua DPR RI Marzuki Alie dan ketua DPD RI Irman Gusman bersama Gubernur Sulawesi Utara Dr Sinyo Harry Sarundajang.

Hingga Selasa (09/10) kongres saat ini tengah memasuki tahapan kegiatan Study Meeting yang nantinya akan menjadi bahan bagi para peserta untuk memasuki Kongres yang akan menyusun Program GMKI 2 tahun ke depan dan memilih Pengurus Pusat yang baru.(Tim/sulutonline).

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

More information about formatting options

By submitting this form, you accept the Mollom privacy policy.