Security, Prosperity, Environment = 3 Pendekatan Membangun Perbatasan

Gubernur Dr SHS saat Sidang Lengkap Majelis Sinode ke 4 Gereja Masehi  Injili di Talaud (Germita) di Jemaat Imanuel BeoGubernur Dr SHS saat Sidang Lengkap Majelis Sinode ke 4 Gereja Masehi Injili di Talaud (Germita) di Jemaat Imanuel Beo


Talaud
-Untuk membangun daerah perbatasan pemerintah melakukan tiga model pendekatan yakni pendekatan Keamanan (Security), Pendekatan Kesejahteraan (Prosperity) dan Pendekatan Lingkungan (Environment).

Ketiga hal ini harus dilakukan secara bersama-sama dengan seimbang sehingga kesejahteraan, keamanan dan kelestarian lingkungan dapat terus dijaga dan ditingkatkan. Dalam melakukan upaya pembangunan ini pemerintah tidak bisa melakukannya sendiri. Dukungan semua komponen masyarakat sangat diperlukan termasuk warga Gereja.

Menurut Gubernur warga Germita selama ini telah memberikan andil yang cukup besar upaya pemerintah tersebut. Oleh karena itu Gubernur sangat mengapresiasi peran yang telah diberikan oleh Germita selama ini dan berharap Sidang Sinode ini akan menghasilkan rumusan program yang akan semakin memperkuat eksistensi Germita untuk turut bersama Pemerintah Sulawesi Utara membangun beranda terdepan NKRI di belahan Utara Nusantara, Bumi Porodisa Kabupaten Kepulauan Talaud.

Demikian,Gubernur Sulawesi Utara Dr Sinyo Harry Sarundajang dalam sambutannya ketika membuka Sidang Lengkap Majelis Sinode ke 4 Gereja Masehi Injili di Talaud (Germita) di Jemaat Imanuel Beo, Rabu (24/10).

Sidang yang akan berlangsung sampai dengan tanggal 29 Oktober 2012 akan mengevaluasi program pelayanan Germita dan akan menyusun Program Pelayanan Periode selanjutnya serta akan memilih Kepengurusan Majelis Sinode yang baru.

Ibadah pembukaan dilakukan dalam bentuk refleksi tentang sejarah masuknya injil di Talaud yang dimulai kurang lebih 153 tahun yang lalu dengan khotbah yang disampaikan oleh Ketua Sinode Germita Pdt. S Taariwuan, S.Th.Acara ini juga dirangkaikan dengan peringatan 15 tahun Germita Bersinode dan HUT Jemaat Imanuel ke 78.

Pada bagian lain sambutannya Gubernur mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara telah berkomitmen untuk menjadikan Kabupaten Kepulauan Talaud menjadi Model Pengembangan Pembangunan Wilayah Perbatasan.

Oleh karena itu pembangunan Kepulauan Talaud merupakan salah satu Prioritas Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dengan melakukan pendekatan tersebut di atas. Menciptakan keamanan penting karena daerah ini berbatasan langsung dengan negara tetangga yang sangat rentan terhadap masuknya berbagai potensi kerawanan. Sementara itu pendekatan pembangunan kesejahteraan juga harus berjalan agar masyarakat dapat meningkat kesejahteraannya sambil tetap menjaga kelestarian lingkungan.

Gubernur mengajak seluruh warga Germita untuk turut mengambil bagian dalam semua upaya dan program pemerintah untuk membangun Kepulauan Talaud. Turut memberikan sambutan dalam acara ini Pdt. L. Tamuntuan Makisanti, M.Th dan Direktur Urusan Agama Kristen Ditjen Bimas Kristen Kementerian Agama RI Pdt. Edison Pasaribu, M.Th.yang pada intinya mengingatkan tentang peran gereja dalam menyikapi persoalan bangsa yang menjadi tantangan bagi implementasi tritugas gereja bersekutu, bersaksi dan melayani.

Pada kesempatan ini Gubernur didampingi oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah antara lain Danrem 131 Santiago, Kejati Sulut, Kepala pengadilan Tinggi Sulut, Kepala BIN, Wakapolda Sulut dan Wadanlantamal VIII Manado. Jajaran pejabat Pemprov yang menyertai kunjungan Gubernur antara lain Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Perhubungan dan Infokom, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Kepala Dinas Koperasi dan UKM, dan Staf Ahli Gubernur. (Tim/sulutonline).

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

More information about formatting options