Gubernur : Hilangkan Loyalitas ABS

Gubernur pimpin rapat didampingi Wagub dan Sekdaprov SulutGubernur pimpin rapat didampingi Wagub dan Sekdaprov Sulut

Manado-Gubernur Sulawesi Utara Dr SH Sarundajang, Jumat (04/01), didampingi Wakil Gubernur Dr Djouhari Kansil dan Sekretaris Provinsi Sulut Ir Siswa Rachmat Mokodongan, menggelar rapat kerja dengan seluruh Pejabat eselon II Pemprov Sulut.

Dalam rapat tersebut, Gubernur menegaskan masalah peningkatan kinerja dengan cara perubahan mind-set. ‘’Pejabat jangan sampai terjebak pada hal-hal yang bukan menjadi tugas pokok, tapi bukan berarti tidak inovatif dan kreatif,’’ tegas Sarundajang.

Menurutnya, seorang pejabat eselon II harus mampu menjaga kualitas diri sebagai seorang pemikir yang dominan utamanya pada hal-hal manajerial-skill layaknya seorang konseptor, inovator yang mampu berpikir, menganalisis, mengevaluasi secara paripurna.

‘’Saya tidak mau pejabat hanya menjadi orang-orang rutiner, sedang-sedang saja tanpa melakukan lompatan luar biasa yang bermanfaat,’’ tukas Sarundajang sembari membahasakan lompatan luar biasa yang dimaksud yakni lompatan quantum yang selalu ada pada pemimpin-pemimpin yang agresif dan penuh ide-ide kreatif.

Gubernur juga mengingatkan para Kepala SKPD menyangkut masalah loyalitas dan disiplin. Yang menjadi penekanan pada masalah loyalitas menurut Sarundajang adalah kepatuhan dan kesetiaan yang bukan didasarkan pada prinsip Asal Bos Senang (ABS).

‘’Kalau masih ada Pejabat yang punya mental loyalitas ABS, tahun 2013 ini saya minta untuk dihilangkan,’’ tandasnya sembari mengatakan bahwa loyalitas ABS yang dimaksud adalah senang menjilat, cari muka, atau demi jabatan/posisi melakukan hal-hal yang berbahaya. ‘’Loyalitas yang seharusnya adalah kesediaan dengan sungguh-sungguh oleh karena kesadaran bahwa ada otoritas yang harus dipatuhi. Kesediaan yang dimaksud yakni melaksanakan dengan segenap hati apa yang menjadi tanggungjawabnya,’’ terang gubernur.

Menyangkut masalah disiplin, Sarundajang menekankan pada peleburan mental antara Pemimpin dan yang dipimpin, bukan hanya menyangkut disiplin jam kerja seperti apel pagi dan sore. ‘’Disiplin tidak hanya bicara pada jam berapa datang dan pulang kantor, tapi bagaimana ikatan jiwa dengan misi dan visi antara Pemimpin dan yang dipimpin lewat pemikiran dan rasa yang sama,’’ ujar Sarundajang.

Atas dasar itu, gubernur menghimbau agar seluruh pejabat tidak lupa dengan tugas utama masing-masing PNS yakni sebagai public servant, yang harus mampu memberikan pelayanan prima terhadap publik. (Tim/sulutonline).

I visited several blogs but

I visited several blogs but the audio quality for audio songs present at
this website is actually fabulous.

Also visit my web blog - אישורי הגעה chair4u לאירוע חינם

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

More information about formatting options