Gubernur: Lestarikan Budaya Kolintang

Kongres I Persatuan Insan Kolintang NasionalKongres I Persatuan Insan Kolintang Nasional

Minut-Gubernur Sulawesi Utara DR Sinyo Harry Sarundajang, menghimbau kepada seluruh komponen masyarakat yang ada di Sulut untuk tetap melestarikan budaya musik Kolintang yang merupakan salah satu ciri khas kesenian Sulut.

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur saat membuka acara Kongres I Persatuan Insan Kolintang Nasional (Pingkan) yang diselenggarakan Jumat (25/01) bertempat di Hotel Sutan Raja, Minahasa Utara (Minut).

“Musik kolintang merupakan satu dari berbagai ciri khas budaya yang ada di Sulawesi utara, dimana Kolintang merupakan satu warisan budaya bangsa yang bisa menjadi media komunikasi. Perekat bangsa,” ujar Gubernur.

Musik kolintang merupakan karya budaya para leluhur dan bumi Nyiur Melambai yang harus dilestarikan, dikembangkan dan diberdayakan agar eksistensinya semakin menjadi warna dan karakter Sulut.

Untuk itu Kolintang harus lebih dikembangkan dan dilestarikan, diera modern ini kolintang bisa di eksperimenkan berkolaborasi dengan berbagai jenis musik lainnya yang ternyata bisa melahirkan satu keindahan, harmoni dan mampu melahirkan energi positif.

Gubernur menyatakan, melalui kongres Pingkan ini, diharapkan menjadi satu media untuk memadukan berbagai program kegiatan strategis, khususnya untuk membina dan mengembangkan musik kolintang yang merupakan warisan budaya bangsa.

“Kongres ini sebagai landasan pembangun, landasan kemajuan bersama, dan landasan sukses bagi masa depan musik tradisional kolintang, untuk dapat bersua di pentas nasional serta global demi masa depan bangsa dan negara tercinta,” ucap Gubernur.

Turut hadir dalam kongres tersebut, Ketua Pembina Pingkan Ibu Lies Purnomo Yusgiantoro selaku Ketua DWP Kemetrian Pertahanan, Ketua DWP Kementrian Perhubungan RI Adelina Mangindaan Tumbuan yang juga selaku Penasehat Pingkan, Ketua Tim Penggerak PKK Sulut Ibu Deitje Laoh Sarundajang Tambuwun, Wakil Ketua TP PKK Sulut Ibu Meike Kansil Tatengkeng, Dirjen Ekonomi Kreatif Kemenparekokreatif Prof DR. Aman Syah, Deputi I Menkokesra Willem Rampangiley, dan sejumlah tokoh Budaya Sulut.(Tim/sulutonline).

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

More information about formatting options

By submitting this form, you accept the Mollom privacy policy.