Pledoi PH Terdakwa Akui Rencanakan Membunuh Ryo

Posisi alm Ryo saat ditemukanPosisi alm Ryo saat ditemukan

Manado – Perkembangan sidang kasus pembunuhan Almarhum “Ryo”Aryono Linggotu, mulai menampakan titik terang. Menyusul isi pledoi (Pembelaan) Rahma Rasjid SH Penasehat Hukum (PH) JFK alias Jimmy, terdakwa kasus ini menyebutkan bahwa terdakwa memang sudah merencanakan pembunuhan tersebut.

Dalam isi pledoinya pada sidang, Rabu (13/02), Rahma menguraikan ia sependapat dengan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Alexander Sulut SH, pada pasal 340 KUHP dan pasal 2 ayat (1) UU darurat tahun 1951.

"Kami sependapat dengan dakwaan JPU pada pasal 340 sudah terpenuhi, apalagi JFK telah mengakui perbuatannya dan menyesalinya, ditambah ia sudah meminta maaf kepada keluarga korban, kiranya dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk meringankan hukuman bagi terdakwa," ujar Rahma.

Terdakwa sendiri dalam penyampaian pledoinya, meminta majelis hakim untuk dapat meringankan hukumannya.
PH keluarga almarhum Ryo, Sofyan Jimmy Yosadi SH usai persidangan memberikan apresiasi, menurutnya Rahma fokus terhadap pengungkapan kasus ketimbang melakukan pembelaan tanpa dasar.

Ditegaskannya, keluarga korban akan terus berjuang untuk mengungkap fakta adanya keterlibatan orang lain ataupun dugaan adanya aktor intelektual pada tragedi 25 November 2012 yang mengakibatkan Ryo meregang nyawa.

"Usut tuntas siapa saja yang terlibat. Kami akan terus berjuang meskipun kasus ini sudah diputus dan berkekuatan hukum,"sergahnya. (tim/sulutonline).

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

More information about formatting options

By submitting this form, you accept the Mollom privacy policy.