Dispenda Beri Keringanan Bayar PKB

Manado-Masyarakat pemilik kendaraan bermotor boleh lega. Pasalnya, Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) memberikan keringanan dalam hal pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) bagi masyarakat pemilik kendaraan bermotor maksimal tahun 2005.

"Tapi keringangan bukan berarti tak membayar pajak," kata Kepala Dispenda Sulut, Edwin Silangen, pada sejumlah wartawan Selasa (30/03) lalu.

Dikatakan Silangen yang diberikan keringanan itu adalah jumlah denda yang harus dibayarkan pemilik kendaraan bermotor bukan pokok pajaknya. Ia mengatakan, ada aturan yang mengatur mengenai pemberian keringanan ini. Menurutnya, permohonan untuk mendapatkan keringanan ini sudah dibuka sejak Mei 2009 silam.

"Kita buka selama satu tahun. Jadi, akan ditutup pada Mei 2010 nanti," ujar Silangen.

Silangen menambahkan, pemberian keringanan dilakukan karena melihat perekonomian Sulut masih belum stabil. Tapi, kata Silangen, jika perekonomian sudah membaik maka program keringanan dalam hal pembayaran denda ini tidak akan dilaksanakan. "Tahun depan kemungkinan sudah tidak lagi, karena saat ini kita melihat perekonomian di Sulut sudah membaik," ucap Silangen.

Dijelaskannya, hampir setahun sejak dibukanya pendaftaran, paling banyak yang mengajukan keringanan adalah kendaraan roda dua. Bahkan, dalam sehari minimal ada dua hingga lima berkas kendaraan roda dua yang masuk dan meminta keringanan. Meski begitu, tidak semua kendaraan berhak mendapat keringanan.

"Tergantung jenis kendaraan bermotor dan tahun pembuatannya. Kita batasi paling maksimal itu tahun 2005," tutur Silangen.

Sedangkan syarat untuk mendapatkan keringanan ini, Silangen menyebutkan ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi yakni, fotocopy Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB), fotocopy STNK, fotocopy KTP, serta pemilik kendaraan harus memasukkan surat permohonan. "Setelah itu akan dikaji, apakah berhak mendapatkan keringanan atau tidak,"terangnya.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Dispenda, untuk bulan Januari 2010, PKB yang diperoleh sudah mencapai Rp 9,7 miliar. (BR/sulutonline)

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

More information about formatting options

By submitting this form, you accept the Mollom privacy policy.