Warga Desak Tim PII Teluk Buyat Dibubarkan

Tim Panel Ilmiah Independent saat mempresentasikan hasil temuan Teluk BuyatTim Panel Ilmiah Independent saat mempresentasikan hasil temuan Teluk Buyat

Manado-Tim Panel Ilmiah Independent (PII) yang ditunjuk Yayasan Pembangunan Berkelanjutan Sulawesi Utara (YPBSU) untuk melakukan penelitian lingkungan Teluk Buyat, didesak warga untuk dibubarkan.

Desakan itu mencuat, menyusul hasil presentasi publik yang dilaksanakan tim PII pada Jumat (18/05) di hotel Quality Manado, yang juga dihadiri Menristek Prof Dr Ir Gusti Muhammad Hatta dan Sekdaprov Ir SR Mokodongan, disoal warga Ratatotok.

Dalam sesi dialog tanya jawab, Hj Kasim Mololonto warga Ratatotok, menyayangkan semua masukan forum tidak dimuat dalam hasil riset. Menurutnya, sesuai data dan fakta, apa yang dipaparkan tim PII tidak sinkron dengan kenyataan dilapangan.

“Faktanya, saat ini banyak warga mengalami gangguan Ginjal. Sebaiknya PII dibubarkan saja. Karena pastinya, hasil riset sama dengan yang lalu. Lebih baik, sisa dana dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat seputar lokasi ex pertambangan Newmonth,”sergahnya menyoal hasil riset tim PII yang menyebutkan, sampai tahun 2012 menunjukan parameter kualitas lingkungan di wilayah Teluk Buyat memenuhi standart yang berlaku secara nasional dan internasional.
Teluk Buyat
Secara umum, tim PII menyebutkan, hasil pemantauan lingkungan sampai tahun 2012 di wilayah Teluk Buyat, terpantau kadar Arsen dan Merkuri pada ikan dari Teluk Buyat dan lokasi acuan tidak menunjukan resiko bagi kesehatan manusia.

Tim PII tersebut terdiri dari Prof Dr Magdalena Irene Umboh DEA (Unima), Prof Dr Amin Soebandrio PhD (UI), Thomas Shepherd PhD (Shepherd Consulting Inc. Fart Collins Colorado), Prof Dr Ir FM Rumengan Msc (Unsrat), Ketih William Bentley Phd (Center of Environmental Health Pty Ltd) dan Prof Ir Muhktasor M Eng PhD (Institut Teknologi 10 November).

Diketahui, total dana yang dimanfaatkan tim PII menurut Presdir PT Newmonth Minahasa Raya (NMR) Ir David Sompie, melalui Yayasan Pembangunan Berkelanjutan Sulawesi Utara (YPBSU), sebanyak 50 miliar.

“Dana itu dimanfaatkan selama 10 tahun, masa penelitian tim PII,”jelasnya.

Desakan pembubaran itu sendiri ditanggapi tim PII. Mennurut mereka, pemanfaatan uang untuk hasil penelitian yang gunakan selalu di audit. “Namun kalau ada desakan penghentian, itu sudah diluar kemampuan PII. Yang pasti, hasil PII tetap kami informasikan ke publik, sebab masih banyak item yang perlu diselidiki untuk diketahui publik,”terang Prof Ir Mukhtasor M Eng Phd.

Sementara menurut Prof Dr Magdalena Irene Umboh DEA, dan Prof Dr Ir Inneke FM Rumengan Msc, terkait masalah kesehatan yang disoal warga tersebut bukan kewenangan tim PII. “Sebab, fokus penelitian kami hanya apakah Teluk Buyat tercemar atau tidak. Sejujurnya kami tidak menjadi kaya disini. Justru, yang kami pertaruhkan adalah kepakaran kami dan tanggungjawab moral,”tegas keduanya.

Usulan pembubaran tim PII ini ditanggapi Menristek Prof Dr Ir Gusti Muhammad Hatta. Menurutnya, tim PII tidak bisa dibubarkan karena terikat perjanjian, dengan tugas yang harus mereka selesaikan sesuai jadwal.”Ya, tidak boleh dong, masa dibubarkan ? lantas bagaimana dengan perjanjian kerja yang harus diselesaikan?,”katanya saat dikonfirmasi wartawan. (Baca berita terkait: Hasil Pemantauan Lingkungan Teluk Buyat Memenuhi Standart, red)-(Tim/sulutonline).

Hi there would you mind

Hi there would you mind letting me know which
webhost you're using? I've loaded your blog in 3 completely different web browsers and I must
say this blog loads a lot faster then most. Can you suggest a good web hosting provider at a honest
price? Many thanks, I appreciate it!

Visit my site; garcinia cambogia user reviews ([url=http://sda.pu.go.id/wiki/index.php/Pengguna:SolSheil65]Jaclyn[/url])

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

More information about formatting options

By submitting this form, you accept the Mollom privacy policy.