Sadis, Suami Gorok Leher Istri Sampai Tewas !

Karikatur ilustrasi Suami bunuh IstriKarikatur ilustrasi Suami bunuh Istri

Manado-Kota Manado, kembali digemparkan peristiwa pembunuhan sadis. Kali ini, korbannya adalah seorang istri bernama Nora Damon (47) warga Kelurahan Tikala Kumaraka Lingkungan V, Kecamatan Wenang Manado.

Dia ditemukan tewas mengenaskan di kamarnya dengan dua luka sabetan sepanjang 10-15 CM akibat benda tajam di bagian leher. Mirisnya, korban tewas ditangan suaminya sendiri berinisial FM alias Frely, (49) yang kesehariannya bekerja pada salah satu tempat foto kopy

“Setelah menggorok istri, Frely pun langsung menyerahkan diri ke polsek Wenang,”terang Kasat Reskrim Polresta Manado, AKP Dewa Made Palguna, kepada wartwan di lokasi kejadian, Rabu (07/05/2014) sekitar pukul 08.00 wita.

Di lokasi kejadian, puluhan warga di lingkungan tersebut datang bermaksud menyaksikan kondisi korban di dalam kamar. Namun aparat kepolisian sudah memasang police line, sehingga warga hanya menyaksikan dari luar rumah.

Sementara, Frely kepada polisi mengaku telah membunuh istrinya dengan menikam di bagian leher. Dia mengaku salah dan minta maaf karena sudah emosi.”Memang sebelum kejadian saya dengan istri terjadi cek cok,”ungkapnya.

Awalnya tutur Frely pada polisi, dia mendapati ada pisau di dalam tas korban yang saat itu sedang siap-siap untuk berangkat kerja di Pemkot Manado. Karena penasaran, dia bertanya pisau itu untuk apa dan dari mana?, Korban menjawab dia mendapatkan pisau itu dari teman, akan tetapi tidak menyebutkan nama temannya tersebut.

Karena bersikeras tidak mau mengaku, akhirnya Frely marah dan terjadi adu mulut. Frely kemudian mengambil pisau tersebut untuk disimpan. Sejenak debat mulut mereka terhenti, namun saat dia berjalan dan kembali dari dapur, pisau yang disimpan Frely diatas lemari sudah tidak ada.

Nah, di dalam kamar mereka bedua memperebutkan pisau itu. “Saya cari dan periksa ternyata pisau tersebut sudah ada dalam saku kanan pakaian milik korban. Lantaran sudah emosi, saya tikam dia dibagian leher, beberapa kali,”ungkap Frely pada polisi.

Saat melihat korban bermandikan darah, Frely langsung menghubungi anaknya bernama Enggi.”Tidak usah masuk ke dalam kamar. Papa sudah bersalah pada Mama, tolong antarkan Papa ke kantor polisi,”ujar Frely saat anaknya mau masuk ke dalam kamar.

Menurut Kasat Reskrim Polresta Manado, AKP Dewa Made Palguna, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk menggungkap motif pembunuhan itu. “Pelaku masih di mintai keterangan oleh penyidik. Sedangkan korban berada di rumah sakit Wolter Monginsidi Teling untuk di otopsi,” terangnya.(Tim/sulutonline).

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

More information about formatting options