SHS Dampingi Jokowi-JK Ambil Nomor Urut

Jokowi - SHS (Foto MU)Jokowi - SHS (Foto MU)

Manado-Gubernur Sulut DR Sinyo Harry Sarundajang (SHS) yang juga sebagai salah satu peserta Konvensi Partai Demokrat (PD), akhirnya membuktikan dukungannya pada pasangan Calon Presiden (Capres) dari PDIP, Ir Joko Widodo (Jokowi) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) Jussuf Kalla (JK), dengan ikut mendampingi pasangan ini saat pengambilan nomor urut Calon di kantor KPU Jakarta.

Dari Jakarta Tim Media JKW-JK Michael Umbas, menyebutkan, pasangan Calon Presiden (Capres) dari PDIP, Ir Joko Widodo (Jokowi) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) Jussuf Kalla (JK), mendapat nomor 2 saat pengambilan nomor dalam rapat pleno KPU di Kantor KPU di Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Minggu (01/06/2014) sore.

Dikatakannya, bagi Jokowi nomor Dua, adalah nomor keseimbangan. Sesuai dengan mimpinya mewujudkan Indonesia yang lebih baik."Itu adalah harmoni, keseimbangan, dan untuk menuju Indonesia yang harmoni," kata Umbas mengutip pernyataan Jokowi.

Jokowi mencontohkan nomor Dua sebagai nomor harmoni. Seperti Capres yang harus maju berpasangan dengan Cawapres."Ada Capres ada Cawapres, ada mata kanan ada mata kiri, ada telinga kanan ada telinga kiri, ada tangan kanan ada tangan kiri," kata Jokowi.

Sebelumnya Jumat (30/05/2014) pagi, SHS telah menyatakan mendukung pasangan ini.”Iya, Jokowi, Joko Widodo sebagai presiden dan Jussuf Kalla sebagai Wakil Presiden,”tegasnya saat dicegat di loby kantor gubernur.

Dikatakannya, dalam dukungan ini sebenarnya tidak ada pertimbangan khusus, hanya saja sebagai pernyataan.”Sikap saya memilih Jokowi, tidak ada pertimbangan. Namun pasti ada itu. Cuma kali ini saya belum menyampaikan itu. Kan tinggal Dua pasangan, dan baik Jokowi maupun Prabowo, masing-masing punya kelebihan. Tapi saya memilih Jokowi,”katanya seraya mengajak agar kita semua menghormati pilihannya masing-masing.

Sementara, pengamat politik dan pemerintahan,Taufik Tumbelaka, mengatakan, soal keputusan Gubernur DR Sinyo Harry Sarundajang (SHS) untuk memilih pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Jussuf Kalla sebagai Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden dalam Pilpres 9 Juli mendatang, merupakan keputusan berani.

Dalam amatannya, jika SHS memilih bersikap netral, maka akan lebih menguntungkan. Sebab, baik dipihak Jokowi maupun Prabowo, dia punya peluang.

“Tapi keputusan SHS tersebut, harus dihargai. Ini namanya political choice (Pilihan Politik), ada kalkulasi politik. Namun belajar dari pengalaman selama ini, kehebatan SHS dalam political choice jarang meleset,”tegasnya.(Tim/sulutonline).

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

More information about formatting options

By submitting this form, you accept the Mollom privacy policy.