SHS “Panggil” Sompie Singal Terkait Aktivitas MMP di Pulau Bangka

Bupati Minut Drs Sompie Singal saat diwawancarai ketika berada di kantor gubernurBupati Minut Drs Sompie Singal saat diwawancarai ketika berada di kantor gubernur

Manado-Gubernur Sulut DR Sinyo Harry Sarundajang (SHS), akhirnya, Selasa (10/06/2014) memanggil Bupati Minut, Drs Sompie Singal untuk rapat bersama Forkompimda, terkait aktivitas perusahaan penambangan biji besi PT Mikro Metal Perkasa (MMP) di pulau Bangka.

SHS saat ditanya soal aktivitas penambangan biji besi di Pulau Bangka menegaskan, PT MMP harus membangun Smelter ataupun pabrik baja jika akan melakukan ekploitasi pasir besi di pulau tersebut.

"Karena pengusaha sudah tidak boleh membawah, menggali ataupun memproses dinegaranya. Minimal setengah jadi, sehingga investor harus wajib membuat Smelter,"ingatnya usai pertemuan bersama tersebut, Selasa (10/06/2014).

Menurut gubernur, pembangunan Smelter tersebut, merupakan salah satu syarat. Apalagi investasi MMP mencapai triliunan rupiah. MMP harus menyiapkan Amdalnya. “MMP harus memindahkan masyarakat disana dengan menyiapkan perumahan, sekolah, rumah ibadah dan mempekerjakan masyarakat setempat di perusahaan tersebut. Dan tentunya harus ramah lingkungan,”jelasnnya.

SHS kemudian menekankan agar Bupati Minut Drs Sompie Singal harus mendukung rencana ini. "Soal ijin, itu Bupati Minut. Tentunya bupati telah melihat Pulau Bangka sangat potensial, sehingga harus didukungnya," ucap SHS.

Secara terpisah, Bupati Minut Sompie Singal sendiri saat dicegat wartawan usai rapat tersebut menyebutkan, terkait putusan MA yang membatalkan rekomendasi Bupati atas aktivitas PT MMP yang dipersoalkan pihak LSM, tidak berlaku.

“Kan, rekomendasi saya sudah keluar sebelum adanya putusan MA,”katanya.

Terkait aktivitas MMP menurutnya, baru seputar eksplorasi, dan ijin tersebut sudah akan berakhir pada tanggal 19 Juli 2014 mendatang.”Soal akan diperpanjang lagi atau tidak, itu kita lihat nanti. Yang pasti, jika MMP akan beroperasi pastinya akan mensejahterakan rakyat,”terangnya.

Bupati Singal juga menyebutkan, pihaknya nantinya akan mempersiapkan relokasi warga pulau Bangka jika aktivitas akan berlangsung. Bupati juga mengklarifikasi bahwa MMP tidak pernah dijadikan “mesin ATM” oleh Pemkab Minut. “Tidak benar itu, apalagi mereka belum beroperasi,”bantahnya.(tim/sulutonline).