Satu Kritis, Perang Panah Wayer di Depan Kantor Gubernur

Tim Kesehatan saat menangani korban kritis akibat panah wayer dalam simulasi antisipasi konflik Pemilu (Foto SE)Tim Kesehatan saat menangani korban kritis akibat panah wayer dalam simulasi antisipasi konflik Pemilu (Foto SE)

Dinkes Antisipasi Konflik Sosial Terkait Pemilu

Manado-Fenomena panah wayer di Sulut sudah menjadi momok menakutkan. Bahkan, satu orang kritis saat terjadi perang panah wayer di depan kantor gubernur Sulut. Selain itu, tercatat satu orang meninggal dunia akibat terkurung dalam ruangan yang di bakar massa.

Demikian aksi simulasi gladi lapangan penanggulangan masalah kesehatan akibat konflik sosial terkait pemilu 2014 yang berlangsung di halaman kantor gubernur Sulut, Rabu (18/06/2014).

Dalam simulasi yang melibatkan aparat kepolisian, tim SAR, pemadam kebakaran Pemkot Manado, serta instansi terkait tersebut, digambarkan, bagaimana aparat bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) menanggulangi para korban akibat konflik.
Massa membakar TPS dalam simulasi antisipasi konflik Pemilu
Karenanya, Dinkes Pemprov Sulut, telah merencanakan antisipasi jika hal buruk ini terjadi menjelang pelaksanaan Pilpres 9 Juli 2014 di Sulut.

Dalam sambutan pengarahannya, Wakil Gubernur (Wagub) Sulut DR Djouhari Kansil menegaskan, agar seluruh pihak untuk tetap sigap menghadapi agenda nasional. Termasuk, penanganan masalah kesehatan yang mungkin saja akan terjadi. Undang-undang 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana mengkategorikan konflik dalam satu jenis bencana yaitu bencana sosial.

Kansil mengingatkan dalam situasi bencana khususnya konflik sosial, peran petugas kesehatan dalam upaya penyelamatan dan perlindungan terhadap korban akan lebih baik jika terdapat koordinasi mobilisasi seumberdaya yang optimal dari seluruh stakeholder yakni TNI, Polri, PMI, SAR, Rapi, dalam satu komando.
Aparat menghalau massa dalam simulasi antisipasi konflik Pemilu
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Sulut Dr Grace Punuh, M.Kes dalam laporannya mengatakan kegiatan tersebut melibatkan 300 orang yang berasal dari unsure Dinas Kesehatan Provinsi, Pusat penanggulangan krisis Kemenkes RI, sejumlah rumah sakit, Dalmas Polda Sulut, Sat Pol PP, Rapi, Damkar, SAR,PMI, Korem, Kodim, Diskominfo.

Senada dengan itu, Sekretaris Dinkes Sulut Dr Juni Tampemawa, M.Kes mengatakan kegiatan ini diselenggarakan untuk mendukung lancarnya pemilu pilpres nanti. Dimana seluruh pihak harus siap dalam berbagai situasi termasuk potensi terjadinya konflik sosial di masyarakat dan masalah kesehatan yang dapat ditimbulkan. (tim/sulutonline).