11 Sekolah di Sulut Terima Penghargaan Adiwiyata LH

Foto bersama murid sekolah penerima penghargaan Adiwiyata Lingkungan HidupFoto bersama murid sekolah penerima penghargaan Adiwiyata Lingkungan Hidup

" Raise Your Voice, Not The Sea Level"

Manado- Kepala Badan Lingkungan Hidup Provinsi Sulut DR Adry Manengkey SE MSi menyebutkan, United Nations Environment Programe (UNEP) yaitu Badan lingkungan hidup PBB, telah menetapkan tema peringatan hari Lingkungan Hidup (LH) sedunia tahun 2014 ini" Raise Your Voice, Not The Sea Level".

“Di Indonesia disesuaikan menjadi "Satukan langkah, lingkungan ekosistem pesisir dari dampak perubahan iklim”terangnya saat peringatan hari LH tingkat provinsi yang dipusatkan di halaman kantor gubernur Sulut, Senin (23/06/2014).

Menariknya, peringatan yang dibuka Wakil Gubernur (Wagub) Sulut DR Djouhari Kansil tersebut, diwarnai dengan, pemberian pengharggaan Adiwiyata LH kepada 11 sekolah penerima, dan pemberian pengharggaan Kalpataru tingkat kapubaten.

Selain itu, penghargaan Kalpataru juga diberikan pada kantor berwawasan lingkungan, penyerahan tong sampah bagi delapan tempat ibadah, penyerahan motor sampah serta penyerahan bibit pohon kepada kelompok masyarakat peduli lingkungan.

Meneg lingkungan hidup Prof DR Balthasar Kambuaya, MBA dalam sambutan tertulis yang disampaikan Wagub Djouhari Kansil menyatakan, salah satu penyebab kerusakan lingkugan hidup yang perlu diantisipasi adalah perubahan iklim yang diakibatkan.

“Karena pemanasan global telah memberi dampak terhadap kehidupan di muka bumi. Kondisi ini ditandai dengan meningkatnya frekuensi hujan dengan intensitas yang sangat tinggi, ketidak pastian musim hujan maupun kemarau, dan munculnya berbgagai bencana seperti kekeringan, badai, banjir dan longsor,”katanya.

Sementara pada wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, dampak yang timbul berupa badai, banjir dan kenaikan permukaan air laut, jelasnya. Selain itu pada sektor pertanian, akibat kekeringan, banjir dan perubahan pola hujan menyebabkan, penurunan 2 persen produksi pertanian pada dekade ini. Pada sektor perikanan akibat ikan didaerah tropis mengalami kematian.

Kambuaya menyebutkan, dalam mengatasi perubahan iklim, pemerintah telah menetapkan kebijakan berupa penurunan emisi dari kondisi Business as Usual pada tahun 2020 sebesar 26 persen dengan usaha sendiri dari 41 persen dengan dukungan negara lain.

Untuk itu Kambuaya menekankan akan mengembangkan berbagai kebijakan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang antara lain melalui Perpres No 61 Tahun 2011 tentang rencana aksi nasional penurunan gas rumah kaca serta Perpres No 71 Tahun 2011 tentang penyelenggraan investasi gas rumah kaca nasional yang seiring dengan UU No 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Turut hadir Wakil Ketua TP PKK Sulut Ny Mieke Kansil Tantengkeng, serta para pejabat dari kabupaten kota se- Sulut.(tim/sulutonline).