SHS Ingatkan Perlindungan Anak di Mulai Dari Keluarga

Ketua Komnas Perlindungan Anak RI Arist Merdeka Sirait saat memberikan materiKetua Komnas Perlindungan Anak RI Arist Merdeka Sirait saat memberikan materi

Manado-Pelecehan dan kekerasan seksual sudah terjadi di semua lini kehidupan manusia, mulai dari kehidupan internal keluarga hingga ke ruang publik dan ruang pendidikan yang semestinya harus menjadi tempat pembinaan keilmuan, sikap mental dan moral manusia.

“Makanya, perlindungan anak harus di mulai dari lingkungan keluarga,”ingat Gubernur DR Sinyo Harry Sarundajang (SHS) dalam sambutan tertulis yang dibacakan, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP3A) Provinsi Sulut Ir Mieke Pangkong MSi saat membuka Seminar bertajuk Pelayanan Pastoral dan Kekerasan Seksual terhadap anak, di ruang Mapalus, Kamis (26/06/2014).

Diakui SHS, terjadinya kekerasan seksual semakin marak terungkap secara khusus di lembaga-lembaga pendidikan yang nampaknya sudah tersimpan lama karena ditabuhkan oleh masyarakat untuk dituturkan.

Karena itu Gubernur minta, para stakeholder termasuk didalamnya Asosiasi Pastoral Indonesia (API) harus berkomitmen melindungi anak dari berbagai tindak pidana dan perlakuan yang salah terhadap anak yang dimulai dari lingkungan keluarga termasuk gereja.

SHS berharap, kegiatan yang digelar Tim Kerja Seminar Pastoral dan Kekerasan Seksual Terhadap Anak Pengurus Sulutenggo tersebut, akan memberikan nilai tambah, pengetahuan dan pengalaman sebagai bekal diimplementasikan melalui pelayanan dengan memberikan informasi dan konseling terhadap anak-anak di Sulut.

Turut hadir sebagai pemateri, Ketua Komnas Perlindungan Anak RI Arist Merdeka Sirait, Ketua Umum Pengurus Pusat API Pdt Dr Daniel Susanto, MTh Psi, Kepala BP3A Sulut Ir Mieke Pangkong Msi.(tim/sulutonline).