PT MMP Didesak Angkat Kaki dari Pulau Bangka

Aktivis kembali demo menolak penambangan biji besi di pulau Bangka (Foto Ist)Aktivis kembali demo menolak penambangan biji besi di pulau Bangka (Foto Ist)

Manado-Menyusul belum ditindaklanjuti putusan Mahkamah Agung no 291 K/TUN/2003 yang di bacakan PTUN Manado 18 Juni 2013, terkait penambangan biji besi PT MMP, memaksa aktivis lingkungan dan warga pulau Bangka bereaksi dan turun demo.

Puluhan pendemo yang terdiri dari warga pulau Bangka, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), Green Peace Indonesia, Kontras dan aktivis lingkungan lainnya, mendesak PT MMP segera angkat kaki dari pulau Bangka.

Aksi demo damai yang berlangsung di Zero Poitn pusat Kota Manado, pukul 11.00 wita, Sabtu (28/06/2014), inipun menjadi perhatian warga kota.

Aktivis Green Peace Indonesia, Arifsyah Nasution, saat menyampaikan tuntutannya, mendesak Bupati Minahasa Utara Drs Sompie Singal, untuk segera melaksanakan perintah eksekusi dari pengadilan terkait dengan putusan Mahkamah Agung no 291 K/TUN/2003 yang di bacakan PTUN Manado 18 Juni 2013.

Mendesak PT Mikro Metal Perdana segera keluar dari Pulau Bangka dan bertanggung jawab atas tindak pidana lingkungan hidup. Menuntut Gubernur Sulut DR Sinyo Harry Sarundayang dan Bupati Minahasa Utara Drs Sompie Singal menghentikan pembuatan kebijakan yang mendukung pertambangan di Pulau Bangka serta menghimbau seluruh warga Sulawesi Utara dan Masyarakat Indonesia untuk mendukung perjuangan Masyarakat Pulau Bangka dan upaya menegakkan hukum dan keadilan di Indonesia.

“ Kita melakukan aksi solidaritas sebagai penegasan dari organisasi masyarakat sipil yang terkumpul dalam koalisi penyelamatan Pulau Bangka untuk segera mendesak Bupati Minahasa Utara untuk membatalkan seluruh perijinan yang terkait dengan kegiatan penambangan PT MMP di Pulau Bangka,”seru Nasution.

Aktivis lingkungan ini juga mengatakan bahwa tindakan pembiaran yang dilakukan oleh Bupati Minut, merupakan bentuk indikasi pembangkangan terhadap penegakkan hukum di Indonesia.

Arifsyah Nasution juga mengancam, kalau Bupati Minahasa Utara dalam hal ini Drs Sompie Singal dan perusahaan tambang PT Mikro Metal Perdana (MMP) masih terus beroprasi maka akan terus menempuh jalur hukum.

“Kami yakin dan percaya jalur ini yang paling elegan yang kita tempuh. Kami percaya keadilan hukum masih bisa di tegakkan di Indonesia,”tegasnya.(tim/sulutonline).