Tokoh Agama dan Lintas Pemuda Doakan Pilpres Damai

Doa bersama tokoh agama dan lintas pemuda Sulut untuk Pilpres Damai (Foto Ist)Doa bersama tokoh agama dan lintas pemuda Sulut untuk Pilpres Damai (Foto Ist)

Dari Sulawesi Utara Untuk Indonesia

Manado-Puluhan tokoh agama dan lintas pemuda di Sulut, akhirnya bereaksi menyusul fenomena jelang Pilpres 9 Juli 2014, mulai tidak kondusif. Apalagi, mulai menjurus pada fitnah dan konflik horinsontal.

Untuk itu, para tokoh agama di Sulut yang dimotori Badan Kerja Sama Antar Umat Beragama (BKSAUA) dan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), serta lintas Pemuda Remaja Kristen, Islam, Katolik, Hindu, Budha dan Konghucu, menggelar doa bersama untuk kedamaian Indonesia menjelang pelaksanaan Pilpres 9 Juli 2014 lusa.

Acara yang digelar di hotel Aston Manado, dan diliput puluhan media massa, Senin (07/07/2014) tersebut, diawali dengan buka puasa bersama, yang dilanjutkan dengan Sholat Magrib bagi umat Islam, serta makan kasih bersama, tersebut menurut salah satu penggagas Sofyan Jimmy Yosadi SH, merupakan aksi spontan tanpa mengarah pada salah satu kandidat Capres-Cawapres.

“Kita semua tentunya sudah punya pilihan masing-masing. Namun, terlepas dari semua itu, marilah kita sama-sama doakan agar Negara dan bangsa ini terlepas dari ancaman konflik yang menjurus pada perpecahan,”ingatnya.

Hajatan Doa bersama itu diawali dengan doa berantai oleh Sekertaris MUI yang juga sebagai Ketua Syarikat Islam,Tamzil Permata, kemudian disusul dari Parisada Hindu Dharma Sulut oleh Putu Tunas, dan Konghucu oleh Pimpinan Majelis Konghucu Sofyan Jimmy Yosadi SH, serta Kristen Protestan, Kristen Katolik oleh Jhon Tangkowit, serta doa dari umat Budha yang diwakili Ferry Onibala.

Gelaran doa yang berlangsung penuh kekeluargaan itu, ditutup dengan pembacaan pernyataan sikap oleh Ketua FKUP Sulut Pdt Nico Gara.

Setidaknya ada 5 point penting yang dibacakan sebagai tuntutan dan harapan tokoh Agama dan lintas pemuda Sulut menjelang Pilpres 9 Juli 2014 mendatang.

Ke Lima point penting tersebut, Pertama, Mengajak seluruh umat beragama untuk mendoakna agar Pilpres berlangsung aman, juur dan adil. Kedua, menyeruhkan kepada seluruh masyarakat untuk berpartisipasi dalam Pilpres 9 Juli 2014. Ketiga, mendesak kepada penyelenggara Pemuli agar menjamin terselenggaranya Pemilu secara adil, jujur, dan jauh dari pelbagai bentuk kecurangan. Ke empat, mari kita semua sukseskan Pemilu yang bebas dari politik uang, intimidasi dan segala bentuk kecurangan. Ke lima, aparat keamanan agar sungguh-sungguh bersikap dan bentindak netral dan tidak memihak.

Turut hadir dalam kesempatan itu, tokoh pemuda Kristen Drs Tenny Assa, Pdt Bryan Sumendap dari GMAHK, Pnt Steven Lintong dari KGPM, Thamrin Sandala dari Islam, Jhon Kalangi dan Chris Rumansi dari Bara JP, Rolly Liow KGPM, dan unsur dominasi Gereja serta Pemuda dan Remaja Masjid Sulut, dan tokoh pemuda Jeffrey Rawis dan Michael Umbas. (tim/sulutonline).