Potensi Tambang Pulau Bangka Topang Produksi Besi Indonesia

Manado-Sekdaprov Sulut, Ir Siswa Rachmat Mokodongan menyebutkan, ada enam Provinsi penyumbang kontribusi pertambangan terbesar di Indonesia, yakni, Papua dan Papua Barat, Kaltim, Bangka Belitung, Riau, Aceh.

Untuk Sulut, kendati belum masuk dalam enam Provinsi tersebut namun mulai dari Miangas sampai Lion merupakan wilayah yang mempunyai potensi pertambangan, baik dari besi sampai emas.

“Contohnya di Pulau Bangka Kabupaten Minahasa Utara (Minut) itu, ada pertambangan biji besi yang tentunya tambang tersebut menghasilkan baja yang dapat bermanfaat bagi produksi baja dan besi di Indonesia,” jelas Mokodongan pekan lalu.

Diharapkannya agar pertambangan di Pulau Bangka itu bisa berjalan dengan baik, karena merupakan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) baik, daerah Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Provinsi Sulut dan Negara.“Begitupun untuk kesejahteraan rakyat, terutama masyarakat di Kabupaten Minut sendiri. Investasinya dari PT Mikgro Metal Perkasa (MMP) itu kurang lebih 19 triliun,” ungkapnya.

Dikatakan Mokodongan, selain bagian Utara, juga dibagian Selatan Sulut pun itu mempunyai potensi pertambangan emas. “Ini juga diharapkan mudah-mudahan bisa dikelola dengan baik. Begitu juga selain Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), dibagian Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Bolmong Timur (Boltim) dan Bolmong Selatan (Bolsel) pun sama potensinya, yakni emas,” ujar Mokodongan.

Oleh karena itu katanya, wilayah-wilayah pemekaran sekarang itu, banyak ditemui mempunyai masalah dengan batas wilayahnya. “Satu centimeter lahan saja bisa menjadi masalah, karena dianggap satu centimeter tersebut, merupakan 10 gram emas”katanya.

Kekayaan alam yang ada di Sulut juga terangnya, didukung dengan berbagai pembangunan infrastruktur seperti, Bandara Sam Ratulangi, yang pada tahun 2014 ini mudah-mudahan akan ada penambahan panjang landasannya sebesar 350 meter. “Selain itu ada pelabuhan di Kota Bitung yang pembangunan perluasan perpanjangannya sudah dimulai sejak tahun 2013 lalu. Itu dikarenakan dari tingkat kedalaman lautnya didukung dengan Internasional HUB,” terangnya. (tim/sulutonline).