Lapadengan: Pilpres Harus Tanpa Paksaan dan Tekanan

Manado- Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulut, H Gun Lapadengan SH, mengajak para Pegawai Negeri Sipil (PNS) baik dilingkungan Pemprov Sulut dan Kabupaten Kota agar bisa menyalurkan hak suaranya dalam memilih Capres-Cawapres sesuai pilihan hati nurani masing-masing pada tanggal 9 Juli 2014.

“Saat ini pemberitaan yang berkembang di media massa, bahwa ada kampanye hitam yang bersifat saling menjatuhkan para Capres dan Cawapres RI. Tentunya saya harapkan, kita sebagai PNS jangan terpengaruh dengan hal-hal seperti itu,”ingat Lapadengan baru-baru ini.

Dikatakannya, meski banyak penyampaian atau orasi kampanye yang bersifat black campaign saling menjatuhkan para pasangan Capres dan Cawapres RI, Lapadengan mengakui ke empat pasangan Capres Cawapres (Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK) sekarang inilah yang terbaik diantara 250 juta penduduk di Indonesia.

“Ditangan mereka berempat inilah Indonesia ini akan dibawah kemana. Oleh karena itu, sekali lagi marilah kita salurkan suara tanpa ada paksaan dari siapapun dan dari manapun itu, sehingga kita selaku PNS dan pejabat publik diminta tidak melakukan penekanan-penekanan terutama bagi staf-staf kita,” tegasnya.

Dikatakanya adanya informasi yang didapatkannya dari pihak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) saat ini bahwa Panwas sedang melakukan monitoring dilapangan untuk mengawasi jalannya massa kampanye dan pada massa tenang yang terhitung sejak tanggal 6 Juli dini hari.

“Jangan sampai diantara kita sebagai PNS yang terjaring didalamnya karena akan mempengaruhi kinerja kita sebagai PNS,” himbaunya.

Dicontohkannya pula untuk jajaran lingkup Pemprov Sulut, walaupun Gubernur Sulut, DR Sinyo Harry Sarundajang masuk kedalam salah satu tim kampanye, namun Gubernur tidak pernah melakukan penekanan para pejabat maupun staf diPemprov Sulut. “Jadi kami diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk memilih Capres dan Cawapres tanpa ada paksaan dari siapapun,” ujar Lapadengan.(tim/sulutonline).