Gubernur Ziarah ke Makam Keluarganya di Kotamobagu

Gubernur Ziarah ke Makam Keluarganya di KotamobaguGubernur Ziarah ke Makam Keluarganya di Kotamobagu

Kotamobagu-Disela-sela kunjungan silahturahmi dalam rangka Idul Fitri 1435 H di Kotamobagu, Gubernur Sulut DR Sinyo Harry Sarundajang di dampingi Danlantamal VII Manado dan rombongan pejabat Pemprov Sulut menyempatkan diri melakukan ziarah ke makam dari Kakek dan Nenek SHS di pekuburan keluarga di Kotamobagu, Selasa (29/07/2014).

Kakek Gubernur Sulut bernama Hendrik Sarundajang lahir di Tataaran tanggal 9 Januari 1897 dan meninggal di Kotamobagu tanggal 5 April 1983, sedangkan nenek adalah Margaretha Mamuaja, Lahir di Tataaran tanggal 25 Juni 1899 dan meninggal di Kotamobagu tanggal 11 Juli 1986.

Diketahui, keluarga Sarundajang – Mamuaja tersebut, mempunyai 9 (sembilan) orang anak. Keluarga ini datang ke Kotamobagu tahun 1928 masih dengan 3 orang anak yaitu Jootje (ayah dari Gubernur Sulut DR Sinyo Harry Sarundajang), Frits dan Wim Sarundajang.

Menurut penuturan Gubernur, seperti yang dikutip juru bicara Pemprov Sulut DR Jemmy Kumendong, bahwa Gubernur SHS sangat bangga kepada kakeknya karena pernah menjadi Sangadi (Kepala Desa) ke-10 di Kotamobagu tahun 1933-1935, ketika itu kerajaan Bolmong diperintah oleh raja Cornelius Manoppo, dan Kotamobagu masih merupakan sebuah desa, yang mayoritas penduduknya beragama Islam, tapi kakeknya yang beragama Kristen boleh dipilih menjadi Sangadi karena dianggap mampu oleh warga masyarakat setempat, hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Bolmong ketika itu sudah menjunjung tinggi pluralitas.

Gubernur juga menuturkan bahwa Kakeknya pernah menjadi PNS pada Dinas PU dan dipekerjakan pada Seksi Bolmong Bagian Peralatan dan pensiun pada tahun 1960-an.

Sebuah kebanggan juga bagi keluarga Sarundajang karena Menteri Pekerjaan Umum memberikan Penghargaan atas kesetiaan dan pengabdian kakek mereka sebagai PNS di jajaran Pekerjaan Umum. (tim/sulutonline).