Gubernur Tandatangani Peta DOB KotaTahuna

Gubernur Tandatangani Peta DOB KotaTahuna (Foto Ist)Gubernur Tandatangani Peta DOB KotaTahuna (Foto Ist)

Manado-Setelah melalui proses panjang, akhirnya, Senin (04/08/2014) Gubernur Dr Sinyo Harry Sarundajang (SHS) dan Ketua Dewan Sulut Ny Meiva Salindeho Lintang STh, serta Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe Drs HR Makagansa dan Ketua Dewan Sangihe Tanao Jangkobus, melakukan penandatanganan Peta cakupan wilayah Daerah Otonom Baru (DOB) KotaTahuna.

Penandatanganan Peta Kota Tahuna tersebut berlangsung di ruang kerja Gubernur Sulut dan turut disaksikan Wakil Gubernur Sulut Dr Djouhari Kansil MPd, Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe Jabes Gaghana, Anggota Dewan Sulut Elisabeth Lihiang, Asisten Pemerintahan dan Kesra Edwin Silangen SE MS, Karo Pemerintahan dan Humas Dra Lynda D Watania Msi.

Dalam kesempatan itu SHS mengatakan, sehubungan dengan adanya pemekaran wilayah, saat ini telah diselesaikan pembuatan peta calon Daerah Otonom Baru (DOB) Kota Tahuna sebagai salah satu syarat fisik kewilayahan dari Tiga syarat pembentukan DOB sesuai dengan peraturan pemerintah No 78 Tahun 2007 tentang tata cara pembentukan, penghapusan dan pengabungan daerah.

Sementara dalam Pasal 4 yang antara lain mengamanatkan bahwa pembentukan daerah kabupaten/kota harus memenuhi syarat administratif, teknis dan fisik kewilayahan serta pada Pasal 10 yang mengamanatkan, bahwa cakupan wilayah calon DOB digambarkan dalam peta sesuai dengan kaidah pemetaan.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Edwin Silangen melalui Karo Pemerintahan dan Humas Dra Lynda Watania menambahkan, agar masyarakat Sulut dapat memberikan dukungan terhadap berbagai proses pembentukan daerah otonom baru di daerah ini.

“Perlu dipahami bahwa pembentukan daerah otonom baru ini bukan merupakan praktek pembagian kekuasaan namun sejatinya merupakan langkah strategis dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan sebagai upaya mempercepat pembangunan di segala bidang guna mewujudkan Sulut sebagai salah satu pintu gerbang Indonesia di kawasan Asia Pasifik menuju masyarakat yang semakin berbudaya berdaya saing dan sejahtera,” tandas Watania. (tim/sulutonline).