Dewan Sulut Setuju Perda Orang Mabuk Diberlakukan

Gubernur saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD dalam rangka mendengar penjelasan tentang RPJMD dan Ranperda orang mabukGubernur saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD dalam rangka mendengar penjelasan tentang RPJMD dan Ranperda orang mabuk

SHS: Peradilan Terbuka Orang Mabuk Perlu Dipikirkan

Manado-Setelah melalui proses panjang, akhirnya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 18 Tahun 2000 tentang Penanggulangan Mabuk akibat meminum minuman keras, disetujui Dewan Sulut melalui rapat paripurna, Rabu (06/08/2014).

Selain itu, rapat paripurna Dewan Sulut yang dihadiri Gubernur Sulut DR Sinyo Harry Sarundajang (SHS), juga dalam rangka penyampaian penjelasan Gubernur terhadap revisi RPJMD Provinsi Sulawesi Utara.

Rapat Paripurna itu sendiri diawali dengan penyampaian laporan yang berisi proses pembahasan Perda tersebut oleh Ketua Baleg Dewan Sulut DR Victor Mailangkay,SH yang kemudian dilanjutkan dengan pendapat akhir fraksi-fraksi terhadap Ranperda secara berturut-turut disampaikan oleh fraksi partai Golkar, fraksi partai PDIP, fraksi partai Demokrasi, fraksi partai PDS, fraksi partai FPN, dan fraksi partai Barindra.

Dalam kesempatan tersebut semua fraksi menyatakan persetujuannya terhadap Ranperda Penanggulangan Mabuk akibat meminum minuman keras menjadi Peraturan Daerah.

Gubernur dalam sambutanya menyambut baik dan memberikan apresiasi kepada Dewan Sulut yang telah menetapkan Perda Penanggulangan Mabuk akibat minuman keras.

Hal ini menurut SHS, merupakan langka maju bagi Sulut, karena Perda ini telah ditunggu-tunggu oleh masyarakat yang mengharapkan terjadinya penurunan angka kriminilitas di Sulut sebagai akibat mengkonsumsi minuman keras.

Gubernur mengingatkan agar Perda yang telah ditetapkan ini secara terus disosialisasikan kepada masyarakat agar masyarakat mengerti dengan baik fungsi Perda ini dan juga apabila telah di implementasikan maka perlu dipertimbangkan agar perlu pengadilan secara terbuka kepada orang pemabuk dan perlu diberikan hukuman maksimal sesuai amanat Perda sehingga mampu memberikan efek jera kepada masyarakat.(tim/sulutonline)