Tembak Ditempat Dapat Dukungan Penuh Masyarakat

Tandatangan Deklarasi Manado AmanTandatangan Deklarasi Manado Aman

Deklarasi Manado Aman Damai Dikumandangkan di Rakorev Kamtibmas

Manado-
Pemerintah Kota Manado, akhirnya melakukan Rakorev (Rapat Koordinasi dan Evaluasi) Kamtibmas terkait maraknya Tawuran Antar Kampung (Tarkam) dengan menggunakan Panah Wayer.

Rakorev yang pimpinan Walikota, DR GS Vicky Lumentut, Kamis (07/08/2014) di ruang Serba Guna Kantor Walikota itupun menghadirkan Wakil Gubernur Sulut, DR Djouhari Kansil, dan Kapolda Sulut, Brigjen Pol Jemmy Palmer Sinaga serta seluruh tokoh agama, dan elemen masyarakat.

Mulai dari ide para Kepala Lingkungan (Pala) yang menyarankan agar 504 Pala di Kota Manado bisa dipersenjatai alias pegang pistol untuk mengatasi tawuran Antar Kampung (Tarkam) dan panah wayer, juga yang tak kalah hebohnya adalah ribuan undangan yang hadir mendukung penuh tindakan aparat penegak hukum yakni polisi untuk melakukan aksi Tembak Ditempat kepada para pelaku tindak kriminalitas yang membahayakan keselamatan masyarakat maupun aparat itu sendiri.

Bahkan menurut Kapolda Palmer Sinaga, dimana, pihaknya akan tegas terhadap pelaku tarkam dan panah wayer yang diketahui sudah meresahkan masyarakat. "Tindakan aparat tembak ditempat, itu sebenarnya tak menjadi tujuan dan diminta dihindari. Tapi kalau itu sudah membahayakan keselamatan orang lain, maka proses tembak ditempat, mau tak mau harus dilakukan aparat dilapangan," tegasnya.

Namun untuk usulan atau permintaan Pala di Kota Manado, agar mereka dipersenjatai, tidak disetujui Kapolda.

Menurut Kapolda, aksi tarkam yang terjadi selama ini semua dipicu karena Minuman Keras (miras). Oleh karena itu, sekarang Perda Miras sudah ada dan telah selesai dibahas Dewan Provinsi Sulut. Dan ini juga akan memperkuat langkah penindakan aparat, karena sudah jelas payung hukumnya. Untuk itu, pihaknya berencana akan membuat rompi khusus untuk tersangka miras.

"Ini untuk efek jerah pelaku miras, kalo di KPK ada rompi tersangka korupsi. Dan kalo kita di Sulut nanti, akan ada rompi tersangka miras," ungkap Sinaga meyakinkan.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulut, Djouhari Kansil memberikan apresiasi yang tinggi atas dilaksanakannya Rakorev Kamtibmas tersebut. “Saya mewakili Gubernur, memberikan apresiasi terhadap Walikota Manado, dan aparat kepolisian juga TNI yang bersama-sama menggelar kegiatan Rakorev ini yang merupakan upaya koordinasi dalam menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat di Ibukota Propinsi Sulut ini,” puji Kansil.

Menurutnya, stabilitas keamanan yang ada saat ini merupakan isu sentral yang sangat mempengaruhi kehidupan berbangsa di daerah. Dan diharapkan lewat moment tersebut, stabilitas keamanan di Kota Manado yang terganggu dengan maraknya Tarkam dan panah wayer akan segera berakhir dan kembali pulih.

Senada dengan itu, Walikota Manado, DR G.S Vicky Lumentut, menyebutkan, tarkam dan panah wayer saat ini sudah cukup meresahkan dan merugikan masyarakat Kota Manado yang dahulunya dikenal kota aman dan damai. Ini berpengaruh terhadap laju akselerasi Kota Manado apalagi dikenal sebagai kota aman dengan bukti Manado kerap dijadikan lokasi kegiatan internasional. Untuk itulah diharapkan dengan kegiatan ini keamanan di Kota Manado kembali tetap aman dan damai.

“Semoga dengan adanya kegiatan ini dapat mewujudkan Kota Manado yang aman, nyaman dan damai. Dan itu ditandai dengan Deklarasi dukungan dan komitmen Kota Manado Aman dan Damai," ujar GSVL.

Ditambahkannya, pemerintah sendiri mengambil langkah stategis Manado Pro Kamtib terpadu yang penerapannya dilaksanakan dari tingkat lingkungan hingga kecamatan dengan membentuk satgas gabungan yang terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan pemerintah lingkungan. Dan itu akan dibuktikan dengan akan disiapkannya 11 kendaraan operasional yang akan ditempatkan di 11 Kecamatan, untuk dilakukan patroli gabungan setiap harinya. Untuk mencegah aksi-aksi tawuran, yang hanya akan merugikan semua pihak.

"Saat ini kami siapkan dua kendaraan operasional patroli gabungan, dan kedepan akan dianggarkan dalam APBD perubahan untuk semua kecamatan mendapatkan kendaraan operasional patroli gabungan keamanan itu," tegas GSVL penuh semangat.

Adapun Deklarasi dukungan menjaga keamanan Kota Manado ini, diawali dengan penanda-tanganan kesepakatan seperti pihak orang tua yang diwakili Ketua Tim Penggerak PKK Kota Manado, Ny Prof Juleyta P.A Lumentut Runtuwene, tokoh agama Ketua BKSAUA Kota Manado, Pdt Roy Lengkong STh, aparat berwajib diwakili Dandim 1309 Manado, Letkol Dino Martino, generasi muda hingga tokoh masyarakat yang ada.

Hajatan Rakorev Kamtibmas ini sendiri di moderatori Ketua KPID Propinsi Sulut, Raymond Pasla SE, dengan dihadiri Wakil Walikota DR Harley Mangindaan, Sekot Ir Harfey Sendoh, unsur Muspida Kota Manado serta seluruh elemen masyarakat yang cinta akan keamanan dan kedamaian di Kota Manado.(tim/sulutonline)