Pemprov Ingatkan Waspadai Calo Proposal Lansia

Kepala BPK-BMD Sulut Praseno HadiKepala BPK-BMD Sulut Praseno Hadi

Praseno: Bansos Lansia Dihentikan Sejak 1Juli 2014

Manado-Kendati Bantuan Sosial (Bansos) untuk Lansia sudah ditutup sejak tanggal 1 Juli 2014 lalu, namun ternyata masih ada saja oknum yang tidak bertanggungjawab memanfaatkan untuk kepentingan pribadi.

Buktinya, seperti yang terjadi di desa Silian Minsel. Didapati ada oknum Calo yang membujuk warga Lansia untuk bermohon bantuan ke Pemprov Sulut. Modusnya ungkap sumber yang tidak mau namanya di publish, sang Calo mendatangi Lansia untuk membuatkan proposal bantuan dan kalau dicairkan, dirinya meminta imbalan Rp 500.000, per proposal.

Diketahui, Bansos Lansia yang dibantu Pemprov Sulut bervariasi. Namun yang pasti platform senilai Rp, 2.500.000. “Bayangkan berapa uang yang bakal didapat sang calon jika yang bermohon satu kecamatan?”ujar sumber yang mendatangi kantor gubernur Sulut, Rabu (20/08/2014).

Fenomena ini terus menjadi perhatian Pemprov Sulut. Karenanya menurut Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Badan Milik Daerah (BPK-BMD), Praseno Hadi, pihaknya sementara berkoordinasi dengan instansi terkait soal sistim penyaluran Bansos Lansia.

“Kewenangan ada di Kabupaten dan Kota. Makanya tahun depan 2015, akan diusulkan untuk dilimpahkan ke kabupaten dan kota, melalui Dinas Sosial (Dinsos) masing-masing daerah.Tentunya dengan syarat atas rekomendasi Kepala Lingkungan dan Kepala Desa atau Lurah. Karena mereka yang paling tahu keberadaan masyarakatnya,”jelasnya.

Dijelaskan Praseno, tujuannya dilimpahkan ke kabupaten dan kota, agar bantuan tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan oknum yang tidak bertanggung jawab, seperti Calo Proposal.”Jangankan Calo, pun staf saya jika kedapatan kongkalingkong, saya copot!,”tegasnya.

Sementara Kepala Bidang (Kabid) Akuntasi BPK-BMD, JH Pangemanan SE, menyebutkan, hingga penutupan penyaluran Bansos Lansia pada tanggal 1Juli 2014 lalu, proposal yang masuk sudah sebanyak 22 ribu. “Memang diakui ada calo yang berkeliaran. Makanya kami sudah melakukan antisipasi, agar penerima langsung yang datang berurusan dengan kami dan bukan calo. Kalu calo tidak kami layani,”tegasnya. (tim/sulutonline)