Who Is The Next SHS ?

AKRAB Wakil Gubernur Djouhari Kansil dan Walikota DR Ir GS Vecky Lumentut saat latihan menembak bersamaAKRAB Wakil Gubernur Djouhari Kansil dan Walikota DR Ir GS Vecky Lumentut saat latihan menembak bersama

Sejumlah Birokrat Bakal Jadi Rebutan Parpol

Manado-Kendati masa jabatan Gubernur Sulut DR Sinyo Harry Sarundajang (SHS) nanti berakhir September 2015 mendatang, namun sejumlah nama-nama yang dianggap layak menggantikannya mulai mencuat.

Dari hasil diskusi terbatas antara insan pers, birokrat dan pengamat politik pemerintahan daerah, tercatat sejumlah nama-nama yang dianggap layak ikut bertarung dalam suksesi Pemilihan Gubernur (Pilgub) periode 2015-2020 mendatang.

Sejumlah nama pun ikut mencuat. Bahkan deretan nama birokrasi aktif dan pensiunan, mendominasi dalam dialog terbatas bertajuk “Kriteria Gubernur Sulut Pasca SHS” yang digagas pengamat politik dan pemerintahan Taufik Tumbelaka, Kamis (21/08/2014) di salah satu restoran di Manado.

Nama-nama birokrat aktif tersebut diantaranya, Wakil Gubernur DR Djouhari Kansil, Sekdaprov Sulut Ir SR Mokodongan, Inspektur Sulut Drs Mecky Onibala dan Kepala Bapeda Sulut Ir Roy Roring. Sementara mantan birokrat, diantaranya Drs Robby Mamuaja. Sedangkan dari unsur TNI/Polri, ada Irjen Pol Drs Benny Mamoto dan Laksda TNI Willem Rampangiley (Mantan Danlantamal VIII Manado, Deputi I Menkokesra).

Sementara dari unsur politisi dan pengusaha, mencuat nama DR Ir GS Vecky Lumentut (Walikota Manado, Ketua DPD Partai Demokrat Sulut), Olly Dondokambey (Anggota DPR RI, Ketua DPD PDI Perjuangan Sulut), Hangky Gerungan (Ketua Kosgoro Sulut), Drs Hanny Sondakh (Walikota Bitung), DR Maya Rumantir (Anggota DPD RI asal Sulut), Aryanthi Baramuli Putri (Anggota DPD RI asal Sulut).

“Kriterianya harus merakyat. Mampu mengangkat perekonomian, kebudayaan di Sulut, dan terpenting harus mampu meneruskan sejumlah megaproyek yang ada di Sulut,”tukas Aldy Rorong dari Media Sulut, seraya menambahkan, selain harus dermawan, tegas, tulus melayani dan berkomitmen atas kepentingan rakyat Sulut. “Dan yang penting, harus berani melawan praktek KKN,”tambahnya.

Sementara diakui Tumbelaka, standart yang dibuat SHS untuk menjadi seorang gubernur, memang sangat berat. “Disadari atau tidak, standart untuk menjadi gubernur seperti SHS memang sangat berat. Karena memiliki kriteria diatas rata-rata. Nah, dari nama-nama yang mencuat ini, bisa diprediksi para birokrat bakal menjadi rebutan Partai Politik (Parpol),”katanya.(tim/sulutonline)