Wagub: Panah Wayer Diganti Dengan Empat Wayer

Wakil Gubernur Sulut Dr Djouhari KansilWakil Gubernur Sulut Dr Djouhari Kansil

Manado-Wakil Gubernur (Wagub) Sulut DR Djouhari Kansil MPd mengajak warga Sindulang Kecamatan Tuminting Manado untuk “Brenti Jo Bagate”. Sebab, akibat mengkonsumsi Minuman Keras (Miras) yang berlebihan bisa menciptakan suasana tidak nyaman ditengah-tengah masyarakat.

Ajakan orang nomor dua di Sulut itu dikemukakannya saat mengikuti Ibadah bersama Jemaat GMIM Sion Kelurahan Sindulang I Wilayah Manado Utara Satu, Minggu (24/08/2014).

Menurut Wagub, Kelurahan Sindulang I, Sindulang II serta Keluarahan Karang Ria sudah terkenal dengan penyakit masyarakat tersebut, terutama Kampung Sanger dan komplek Lumba-Lumba hampir setiap saat terjadi perkelahian Antar Kampung (Tarkam) yang disertai Panah Wayer, sehingga menimbulkan korban jiwa.

Salah satu bukti konkrit Wagub menyebutkan, pada Minggu subuh, anak-anak Kampung Sanger dengan Lumba-Lumba terjadi perkelahian dan saling serang satu dengan yang lain, yang disertai panah wayer.

“Orang tua tentunya harus memberi pengertian pada anak-anak muda agar tidak terpancing berbagai persoalan yang menjurus pada perkelahian antar kampung,”ingat Wagub.

Apalagi, ungkap Wagub Kansil bahwa Kapolda Sulut Brigjen Jimmy palmer Sinaga, telah memerintahkan anggotanya, untuk tembak ditempat apabila kedapatan ada warga masyarakat yang melakukan tindakan kriminal dengan melakukan panah wayer terhadap orang lain.

“Tentunya ini menjadi perhatian warga, untuk segera menghentikan tindakan-tindakan kriminal yang bisa merugikan orang lain,”tambah Wagub, sembari mengajak agar aksi panah wayer itu kita gantikan dengan empat wayer.

“Lebih baik warga Sindulang dan karang Ria terus budayakan tarian empat wayer yang merupakan warisan leluhur dari Nusa Utara, ketimbang beramin-main dengan panah wayer yang pada akhirnya akan berurusan dengan aparat hukum,”saran Kansil. (tim/sulutonline).