Kota Manado Perolehan Dana Terbesar

Sekdaprov Sulut Ir SR Mokodongan saat menyerahkan berkas dana bagi hasil pada Sekot Manado Ir H SendohSekdaprov Sulut Ir SR Mokodongan saat menyerahkan berkas dana bagi hasil pada Sekot Manado Ir H Sendoh

Mokodongan Serahkan Dana Bagi Hasil pada 15 Kab/Kota

Manado-Sekdaprov Sulut Ir SR Mokodongan pada Selasa (26/08/2014) diruangan rapat ex WOC kanto gubernur, telah menyerahkan dana bagi hasil pada seluruh kabupaten dan kota se Sulut yang diterima langsung para sekertaris daerah masing-masing.

Pembagian dana bagi hasil itu adalah bagi hasil pajak Kendaraan Bermotor dan bagi hasil pajak Rokok, dengan rincian bagi hasil pajak kendaraan bermotor untuk bulan April 2014 senilai Rp 27.030.762.278 dan bulan Mei 2014 senilai Rp 22.050.764.518, serta bagi hasil pajak Rokok triwulan II tahun 2014 senilai Rp 18.848.460.410.

Dari catatan pembagian ini, tercatat Kota Manado mendapatkan dana bagi hasil terbanyak. Untuk dana bagi hasil pajak kendaraan bermotor pada bulan April 2014 kota Manado mendapatkan dana sebesar Rp 10.442.096.670 dan pada bulan Mei 2014 sebesar Rp 8.407.701.723 dan untuk dana bagi hasil pajak Rokok pada triwulan II kota Manado mendapatkan senilai Rp 2.317.885.039.Urutan kedua terbanyak Kota Bitung, dan sisanya terbagi pada kabupaten dan kota lainnya.

Kendati demikian menurut Mokodongan, dana bagi hasil pada kabupaten dan kota se Sulut ini, mengalami penurunan sehingga perlunya dicari inovasi dan formula baru untuk meningkatkan kesadaran para wajib pajak di Sulut.

“Setiap bulan sekitar 1000 unit kendaraan bermotor yang masuk di Sulut. Namun banyak juga yang belum sadar pajak. Karenanya diharapkan para sekertaris daerah se Sulut untuk menindaklanjuti hasil Pakta Integritas yang ditandatangani para Walikota dan Bupati se Sulut, agar bisa menopang peningkatan dana bagi hasil pajak,”ingatnya.

Dalam rapat bersama Polda Sulut, Jasa Raharja, UPTD Samsat se Sulut tersebut, juga terungkap sebanyak 93 ribu lebih kendaraan roda empat yang belum lunas pajak, dan penunggak roda dua sebanyak 293 ribu, belum termasuk alat berat untuk proyek. Selain itu, tercatat 200 ribu lebih kendaraan yang belum balik nama. (tim/sulutonline)