Calon Pemimpin Perempuan Mendapat Dukungan

Wacana pemimpin perempuan terus mengemuka (Foto Ist)Wacana pemimpin perempuan terus mengemuka (Foto Ist)

(Who Is The Next SHS?)

Tumbelaka: Bukan Hanya Cantik, Tapi Harus “Berisi”

Manado-Bergulirnya sejumlah nama perempuan yang diprediksi punya peluang kuat untuk memimpin Sulut, setelah Gubernur DR Sinyo Harry Sarundajang (SHS), kian santer diwacanakan. Bahkan, banyak orang menilai bakal munculnya calon pemimpin perempuan bukan saja sebagai alternatif, melainkan bisa menjadi kenyataan.

“Calon pemimpin perempuan bisa menjadi dream comes true. Banyak kelebihan perempuan yang tidak dimiliki kaum lelaki. Dan jika ini menjadi kenyataan, maka, rakyat Sulut sedang dan telah membuat sejarah baru dalam percaturan politik masa kini,”kata pengamat politik dan pemerintahan Tuafik Tumbelaka, dalam lanjutan dialog terbatas, bertajuk “Kriteria Gubernur Sulut Pasca SHS” bersama pengamat politik dan pemerintahan, insan Pers, Birokrasi di Sulut, Rabu (03/09/2014).

Kendati demikian Tumbelaka menegaskan, figur calon pemimpin perempuan, bukan saja cantik secara fisik, tapi harus “berisi”. Memiliki intelektual yang mumpuni. “Dia harus cerdas secara emosional dan intelektual, tapi juga harus cerdas secara spiritual,”tambahnya.

Wacana memunculkan pemimpin perempuan inipun ditanggapi Vivi George Koimisioner KPU Sulut yang juga sebagai aktivis perempuan Sulut. Dia menilai baik calon perempuan maupun lelaki dimata undang-undang punya hak yang sama. Dan kalau ada calon pemimpin perempuan yang akan maju pada Suksesi Sulut, ruang sangat terbuka sebagai hak warga negara.

“Yang penting memenuhi persyaratan bakal pasangan calon sesuai aturan, tahapan verifikasi akan juga menentukan dalam berkompetisi dengan lelaki,”ingatnya.

Menurutnya, calon pemimpin perempuan yang ingin maju, pasti juga akan dinilai pemilih yang tentunya punya track record yang baik dan secara pencitraan sudah dikenal publik punya visi dan misi yang bagus.

Sementara menurut Yannemieke Singal Wartawati Harin Koran Sindo, menilai, usulan mengenai kandidat perempuan yang maju dalam Pilgub tahun depan sebenarnya sangat menarik. Sebab dalam runutan sejarah Sulut yang didalamnya terdapat suku Minahasa, sejak dahulu tidak pernah membedakan pemimpinnya, apakah itu perempuan atau lelaki.

”Masyarakat Minahasa dikenal dengan Prinsio Egaliter. Perempuan dan lelaki memiliki kesempatan dan peluang yang sama untuk tampil jadi pemimpin, sepanjang pemimpin tersebut mampu menjalankan perannya dengan benar,”ingatnya.

Singal kemudian menyebutkan, jika impian ini menjadi kenyataan dengan terciptanya pemimpin perempuan di Sulut, (Gubernur, Wakil Gubernur dan Sekdaprov Sulut, red), tentunya akan menjadi sebuah sejarah baru di Sulut dan Indonesia.”Kita tidak usah jauh-jauh bicarakan RA Kartini, sebab Maria Walanda Maramis adalah tokoh perempuan Sulut yang menjadi bukti terdekat dalam sejarah kepemimpinan di Sulut,”katanya penuh semangat.

Dalam amatan Singal, dalam banyak ruang jalur birokrat, perempuan di Sulut sudah menunjukan perannya. Perempuan Sulut punya kemampuan untuk itu, dan bisa. “Selama ini kita dibiasakan dengan stigma posisi perempuan ada diurutan kedua dibawah lelaki. Tapi sesungguhnya tidak demikian. Maju terus perempuan Sulut,”tegasnya memberikan suport.

Sebelumnya pada dialog, Selasa (02/09/2014) lalu, mencuat nama, Maya Rumantir anggota DPD RI dengan raupan suara terbanyak. Christiany Eugenia Tetty Paruntu Bupati Minahasa Selatan (Minsel), Vanda Sarundajang (Vasung) anggota DPR RI. “Dari Tiga nama ini, terserah siapa yang menjadi gubernur atau wakil gubernur. Namun akan lebih afdol, jika calon Sekertaris Provinsi nantinya juga seorang perempuan, seperti Dra Lynda Watania Kepala Biro Pemerintahan dan Hubmas Setdaprov Sulut. Dan jika ini menjadi kenyataan, maka Sulut merupakan provinsi pertama di Indonesia yang pemimpinnya, baik gubernur, wakil gubernur dan sekertaris daerah provinsi, adalah perempuan,”ulas Tumbelaka seraya menambahkan penilaian ini tentunya tidak mengenyampingkan calon –calon hebat dari pihak lelaki seperti Wakil Gubernur (Wagub) DR Djouhari Kansil dan Sekdaprov Sulut Ir SR Mokodongan. (Baca berita sebelumnya:Selain Birokrat Calon Perempuan Ikut Mencuat, red)-(tim/sulutonline)