Keluarga Mantan Gubernur Tumbelaka Prihatin Kondisi Sulut

Letkol TNI Purn Frits Johanes (Broer) Tumbelaka (Foto Ist)Letkol TNI Purn Frits Johanes (Broer) Tumbelaka (Foto Ist)

Manado-Gelaran acara HUT ke 50 Emas Sulut 2014, boleh jadi dirayakan secara spektakuler. Menyusul deretan keberhasilan yang telah ditoreh kurun waktu setengah abad ini. Pun dalam masa 10 tahun terakhir ini, Sulut kian dikenal hingga ke mancanegara.

Kendati demikian, menurut Ibu Neeltje Zus Ticoalu (76), istri mantan Gubernur Sulut, Letkol Frits Johanes Tumbelaka, masih banyak “Pekerjaan Rumah” (PR) yang perlu perhatian serius.

“Memang harus diakui pasangan Gubernur DR Sinyo Harry Sarundajang dan Wakil Gubernur DR Djouhari Kansil, telah banyak berbuat untuk kemajuan Sulut. Namun harus diingat, ada beberapa hal yang perlu disikapi secara serius. Misalnya, masalah pengangguran, maupun meningkatkan angka kemiskinan serta masih sulitnya masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan,”kata Ibu Zus saat bersua puluhan wartawan di kantin BLH yang berada di kompleks kawasan kantor gubernur, Senin (22/09/2014).

Sebagai salah satu warga Sulut, ibu Zus kemudian berharap, ke depan nanti harus ada formulasi baru agar tidak terjadi ketimpangan antara si kaya dan si miskin, maupun kemajuan pembangunan antara daerah satu dengan yang lain.

Diketahui, keluarga mantan Gubernur Sulut almarhum FJ Tumbelaka itu, sudah berada di kawasan “gedung putih” sejak pagi. “Ah, kami hanya mampir untuk makan siang di kantin ini. Tadi ketemu Wagub. Kami banyak berbagi cerita dengannya,”ujar Ibu Zus saat didampingi Yahya dan Taufik.

Sebelumnya, saat menaiki tangga kantor gubernur, terlihat Ibu Zus tertatih hingga harus dipandu menuju lantai II.

Dalam perbicangan singkat tersebut, Ibu Zus mengungkapkan kekecewaannya pada Pemprov Sulut maupun Dewan Sulut. Dimana menurutnya, saat peringatan HUT ke 49 tahun 2013 lalu, nama almarhum FJ Tumbelaka tidak disebutkan dalam sidang paripurna dewan Sulut, sementara para mantan gubernur lainnya disebut.

Kekecewaan lainya menurut keluarga Tumbelaka ini, pihak Pemprov dalam hal ini, gubernur Sulut, tidak pernah melakukan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata. Padahal disana ada beberapa makam mantan Gubernur Sulut, diantaranya FJ Tumbelaka, Arnold Baramuli dan mantan Gubernur Lasut.

Diketahui, dalam sejarah perjalanan hidup Letkol Frtis Johanes Tumbelaka, telah menorehkan sejumlah catatan sejarah penting di Indonesia. Diantaranya, pada tanggal 9 Agustus 1960 semasa menjabat sebagai Wakil Gubernur Sulut, Tumbelaka melakukan beberapa kali dengan pertemuan dengan beberapa tokoh Permesta DJ Somba, Abe Mantiri dan Wim Tenges di Popareng – Teluk Amurang.

Dalam pertemuan ke 10 pada tanggal 4 April 1961, Permesta kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi. Dimana FJ Tumbelaka berhasil mempertemukan Pangdam XIII Merdeka Kol Soenandar Prijosoedarmo dengan tokoh Permesta dalam bentuk upacara militer di sekitar Malenos Minsel.

Kemudian pada 15 Juni 1962, FJ Tumbelaka ditunjuk oleh Presiden menjadi penjabat Gubernur Sulutteng menggantikan AA Baramuli. Pada tanggal 17 Mei 1963 FJ Tumbelaka dikukuhkan sebagai Gubernur Sulutteng (Definitif) merangkap Ketua DPRD Sulutteng.

Semasa menjadi Gubernur dan Ketua DPRD Sulutteng, FJ Tumbelaka membangun Universitas Tadulako di Palu dan menyelesaikan pemberontakan Darul Islam di wilayah Sulteng serta membuat Pesta Olahraga se Sulutteng di Tahuna Kabupaten Sangihe.

Dan pada 23 September 1964, (Yang kita kenal sebagai HUT Provinsi Sulut, red), setelah melalui perjuangan para tokoh agama, masyarakat, FJ Tumbelaka, telah melahirkan UU nomor 13 tahun 1964 tentang terbentuknya Provinsi Sulawesi Utara, dan oleh Presiden RI, kemudian menunjuk FJ Tumbelaka sebagai Gubernur Sulut dan Ketua DPRD Pertama di Sulut.(tim/sulutonline).