Pemprov Sulut (Akhirnya) Agendakan Ziarah TMP Kalibata

Lokasi TMP Nasional Kalibata Jakarta (Foto Ist)Lokasi TMP Nasional Kalibata Jakarta (Foto Ist)

Keluarga Tumbelaka Nyatakan Siap Hadir

Manado-Setelah sekian lama hanya dilakukan staf tingkat rendahan, akhirya Pemprov Sulut mengagendakan untuk ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Nasional Kalibata, di Jakarta, pada tanggal 27 – 28 September 2014 mendatang.

Menurut DR Jemmy Kumendong sebagai juru bicara Pemprov Sulut, Rabu (24/09/2014) mengatakan, ziarah ke TMP Nasional Kalibata tersebut, merupakan rangkaian peringatan HUT Emas Sulut 2014.

“Sesuai keterangan Kepala Badan Penghubung Pemprov Sulut di Jakarta Ir Jemmy Kuhu Msi, saat peringatan HUT Emas Sulut 23 September 2014 lalu, semua agenda acara ziarah telah diatur sedemikian baik. Termasuk gelaran upacara ziarah secara militer,”terangnya.

Menurut Kumendong, seperti yang dituturkan Kuhu, upacara ziarah di TMP Kalibata Jakarta rencananya akan berlangsung antara 27 atau 28 September 2014 mendatang, dengan Inspektur Upacara (Irup) Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Ronny Sompie. Sedangkan ketua rombongan dipimpin Kalakhar Bakorkamla Laksdya Maritim Dr DA Mamahit MSc.

Diketahui, dalam catatan ada 94 orang warga keturunan Sulawesi Utara (Sulut) yang dimakamkan di TMP Kalibata Jakarta, yang terdiri para mantan Gubernur Sulut yaitu FJ Tumbelaka, Welly Lasut, GH Mantik dan AA Baramuli, dan Pahlawan Nasional antara lain Pier Tendean, Jhoni Lie, Babe Palar, Mononutu, Lapian dan AA Maramis serta para pejuang asal Sulut lainnya.

“Setiap tahun Badan Penghubung Pemprov Sulut di Jakarta melakukan tabur bunga di pusara para mantan Gubernur, Pahlawan Nasional dan pejuang asal Sulut,”tambahnya.

Lantas bagaimana tanggapan keluarga mantan Gubernur Sulut Pertama, Letkol Purn Frits Johanes (Broer) Tumbelaka? Saat dikonfirmasi, mereka menyatakan sangat berterima kasih atas upaya Pemprov Sulut tersebut.

“Kami sekeluarga, baik Ibu saya (Janda Neeltje Zus Tumbelaka Ticoalu), dan kakak saya Yahya Tumbelaka serta saya sendiri, akan berusaha untuk bisa hadir. Meski harus dengan meminjam uang. Kami sekeluarga pasti hadir,” sendu Taufik Tumbelaka dengan suara tertahan.

Sebelumnya, keluarga Tumbelaka ini protes keras sehingga harus melakukan walk out saat sidang paripurna istimewa dewan Sulut pada Selasa (23/09/2014). Menyusul Pemprov Sulut, dalam hal ini gubernur Sulut, dianggap sengaja melupakan jasa-jasa para pendahulu. (tim/sulutonline).