SHS Pastikan Ganti Pejabat Terlibat Kasus MaMi

Gubernur Dr SH SarundajangGubernur Dr SH Sarundajang

Selain Menyita Dokumen Juga Polisi Terus Lakukan Pemeriksaan

Manado-Polemik dugaan korupsi kasus Makan Minum (MaMi) di Setdaprov Sulut senilai Rp 8,8 miliar terus bergulir. Setelah mulai diperiksa Polda Sulut, kini gubernur DR Sinyo Harry Sarundajang (SHS) sebagai pelapor kasus ini di Mapolda Sulut beberapa waktu lalu, angkat bicara.

Kendati sempat “protes” karena terus diburu wartawan untuk dimintai keterangannya terkait kasus ini. Namun, kepada sejumlah wartawan, SHS mengatakan, meskipun ada Tuntutan Ganti Rugi (TGR) bagi para pelaku, namun tidak menutup kemungkinan, pejabat yang bersangkutan akan diganti.

“TGR tentu dong. Kerugian negara harus diganti. Pejabat yang terbukti tersangkut kasus MaMi akan diganti,”tegasnya menjawab wartawan, Kamis (09/10/2014).

Pergantian pejabat terlibat kasus MaMi itu, menurut SHS akan dilakukan saat ada Rolling pejabat Eselon II, yang akan dilakukan dalam waktu dekat.

”Kalian, (wartawan, red), seharusnya memberi apresiasi kepada Pemda bahwa kita tidak menutup- nutupi. Bahkan kita minta untuk diselidiki poslisi. Jangan dijadikan laporan ini sebagai hal yang luar biasa, biasa ajalah,”katanya menjawab desakan wartawan.

Karenanya menurut SHS, seharusnya bukan dirinya lagi yang memberikan penjelasan terkait kasus MaMi, melainkan penyidik Polda Sulut.

Sementara itu, Kasubdit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polda Sulut, AKBP William Simanjuntak mengatakan, pada Jumat (10/10//2014) besok, pihaknya kembali akan melakukan pemeriksaan.”Besok, bendahara pengeluaran di Setdaprov Sulut akan diperiksa mengenai pengeluaran uang yang mengalir saat itu,” katanya di Mapolda Sulut.

Sebelumnya, Polda sudah memeriksa Dua orang mantan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), yakni MR alias Rumbayan dan AM alias Mawuntu. Selain itu, Polda juga sudah melakukan penyitaan dokumen administrasi keuangan dalam hal pengeluaran dan pos anggaran. (tim/sulutonline).