Sekdaprov: Pertandingan Masih Berlangsung !

Sekdaprov Sulut Ir SR MokodonganSekdaprov Sulut Ir SR Mokodongan

MP TP TGR Kembali Sidangkan Kasus MaMi

Manado-Sekdaprov Sulut Ir SR Mokodongan yang juga sebagai Ketua Majelis Pertimbangan (MP) Tuntutan Perbendaharaan (TP) – Tuntutan Ganti Rugi (TGR), menepis semua tudingan yang menjurus pada dirinya terkait kasus Makan –Minum (MaMi) senilai Rp 8,8 miliar di Setdaprov Sulut.

Kepada sejumlah wartawan, Jumat (10/10/2014) sore, Mokodongan, menyebutkan, semua tudingan ke arah dirinya, dianggapnya sebagai suatu apresiasi. Tapi yang jelas katanya, pertanggungjawaban dalam kasus ini berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Ini semua belum final. Pertandingan masih berlangsung,”candanya terkait simpang-siur siapa yang paling bertanggungjawab atas kasus MaMi.

Mokodongan yang saat itu didampingi Kepala Inspektorat Sulut Drs Mecky Onibala usai persidangan kedua MP TP TGR di ruang Sekdaprov Sulut menyebutkan, kewenangan Pengguna Anggaran (PA) dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Dituturkannya, Sekdaprov Sulut dalam hal ini bertindak sebagai Pengguna Anggaran (PA) dan melekat tugas fungsi pengawasan dan koordinasi antar program. Sedangkan KPA, bertanggungjawab atas semua penggunaan anggaran dari yang kecil hingga anggaran besar.

“Dan untuk mencairkan anggaran, KPA harus membuat surat pernyataan bertanggungjawab atas belanja anggaran yang dimaksud. Selain itu, Badan Pengelola Keuangan (BPK) – Barang Milik Daerah (BMD) tidak akan mencairkan dana tersebut sebelum ada surat pernyataan KPA, dan ini berlaku untuk semua KPA yang ada di Dinas, Badan, Biro di jajaran Pemprov Sulut,”terangnya.

Saat ditanya kemungkinan adanya Punisman (Hukuman atau ganjaran, red) bagi pelaku MaMi menurut Sekdaprov, hal itu merupakan hak prerogatif gubernur. Sementara, dirinya sebagai ketua Baperjakat hanya memberikan saran dan pertimbangan pada gubernur.

“Tugas saya hanya memberikan saran dan pertimbangan,”ujarnya menjawab wartawan terkait rencana gubernur untuk mencopot sejumlah pejabat yang terlibat kasus MaMi.

Namun yang pasti jelas Mokodongan, MP TP TGR sudah menjalankan tugas, “Nanti juga hasilnya, akan saya laporkan pada gubernur. Mungkin sampai hari Senin (13/10/2014) sebelum deadline Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) berakhir tanggal 14 Oktober 2014. Juga akan diteliti lagi siapa berbuat apa dan siapa bertanggungjawab atas apa. Tentunya harus secara proprosional,”urai Mokodongan seraya menambahkan rapat MP TP TGR yang dilaksanakan diruangannya, hanya untuk mengecek hasil pemeriksaan Inspektorat yang sementara berjalan.

Ditambahkan Onibala, TGR bisa berlangung hingga 2 tahun ke depan. Tentunya, dengan jaminan seperti gaji, sertifikat rumah, tanah atau surat jaminan mobil. “Tugas kami adalah mengamankan keuangan negara,”singkatnya.

Diketahui, dalam rapat MP TPTGR diruangan Sekdaprov Sulut pada Jumat yang berlangsung sejak pukul 14.00 hingga 17.30 wita, terus menjadi buruan wartawan. Rapat itu selain dihadiri Sekdaprov Ir SR Mokodongan, Kepala Inspektorat Drs Mecky Onibala, Kasat Pol PP Edwin Roring SE, Asisten I Setdaprov Edwin Silangen SE, Asisten III Nixon Watung SH, sejumlah staf yang sudah diperiksa Polda, diantara berinisial AM serta para staf yang bertugas mengurus administrasi aliran anggaran MaMi. (Baca berita terkait: SHS Pastikan Ganti Pejabat Terlibat Kasus MaMi, red)-(tim/sulutonline)