Pagelaran Kesenian Nustar Hentak Manado

Wagub Kansil didampingi Ibu Mieke Kansil Tatengkeng saat pagelaran seni budaya Nustar di TKB ManadoWagub Kansil didampingi Ibu Mieke Kansil Tatengkeng saat pagelaran seni budaya Nustar di TKB Manado

Tanggal 22- 25 Akan Guncangkan Jakarta

Manado-Pagelaran Musik Bambu, Masamper, dan pembacaan puisi karya pujangga JE Tatengkeng pada Sabtu (18/10/2014) malam, yang dikemas sangat menarik oleh sutradara Pdt Bawengan, di Taman Kesatuan Bangsa (TKB) Manado, seakan menyadarkan warga Sulut, betapa daerah kita, kaya akan berbagai seni budaya tradisional yang dipastikan mampu menjadi penyedot wisatawan mancanegara.

Gelaran seni yang dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur (Wagub) DR Djouhari Kansil mewakili Gubernur Sulut DR Sinyo Harry Sarundajang (SHS) itu, mampu menyedot perhatian warga kota Manado dan sejumlah turis asing. Diperkirakan, penonton mencapai 7000 an memadati TKB.

Menariknya, diakhir gelaran, Wagub Kansil yang didampingi ibu Mieke Kansil Tatengkeng mengajak ribuan orang untuk bergojet Masamper dan Empat Wayer. Alhasil terjadilah pemandangan yang begitu memukau, memiliki daya magis. Sesekali terdengar teriakan khas warga Nustar. Masamper Empat Wayer telah menyatukan warta Nustar yang terdiri dari Kabupaten Kepulauan Talaud, Sangihe dan Sitaro.
Wagub Kansil memimpin Masamper Empat Wayer yang diikuti penonton
Menurut Wagub Kansil, pagelaran ini akan berlanjut hingga tanggal 22 -25 Oktober 204 di Jakarta.”Nantinya di Jakarta, akan dipentaskan dalam 2 lokasi, pertama di TMII dan Graha Kelapa Gading, dan akan melibatkan ribuan pelaku seni dari Nusa Utara (Nustar),”terang Wakil Gubernur (Wagub) DR Djuhari Kansil, saat didampingi Wakil Bupati Sangihe, Jabes Ghagana dan Wakil Bupati Kabupaten Minut Yulisa Baramuli.

Kedepan jelas Wagub Kansil, pagelaran serupa juga akan mementaskan kesenian ciri khas daerah Minahasa dan Bolaang Mongondouw (Bolmong). “Kegiatan ini didukung Pemprov Sulut, karena untuk memajukan seni budaya daerah, yang tujuannya tentunya berdampak pada perkembangan pariwisata Sulut secara umum,”tambah Wagub Kansil seraya menyebutkan, seni budaya bangsa, khususnya di Sulut dan terutama di Nusa Utara, telah menjadi benteng, pelindung budaya bangsa mengingat Nustar sangat dekat dengan negara tetangga Philipina.(tim/sulutonline).