SHS Lantik Kepala Perwakilan BKKBN Sulut

SHS saat melantik Kepala Perwakilan BKKBN SulutSHS saat melantik Kepala Perwakilan BKKBN Sulut

Manado-“Saat ini penduduk Indonesia diperkirakan berjumlah sekitar 249,9 juta jiwa atau bertambah 13,4% juta jiwa sejak tahun 2010. Berarti laju pertumbuhan penduduk mencapai 1,49% per tahun,”terang Gubernur Sulut DR Sinyo Harry Sarundajang (SHS) saat melantik kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara yang baru Drs Humphrey Apon, MPA (21/10/2014) diruang Huyula Kantor gubernur Manado.

SHS mengatakan pada tahun 2013, Sulut memiliki jumlah penduduk 2.343.527 jiwa dengan laju pertumbuhan sebesar 1.40% dan diperkirakan pada tahun 25 atau 50 tahun kedepan jumlah penduduk akan meningkat mencapai 5 sampai dengan 6 juta jiwa.

Hal ini merupakan tanda awas bagi kita selaku stakeholder pembangunan, lebih khusus bagi BKKBN Sulut, karena berbicara masalah pengendalian penduduk jauh lebih penting. Sebab ledakan yang kita takuti sekarang bukan disebabkan karena bom atau meletusnya gunung berapi, tapi yang ditakuti dunia saat ini adalah ledakan penduduk.

Sekarang saja jumlah penduduk dunia sudah mencapai tujuh miliar jika berkembang menjadi 8-9 miliar maka dunia tidak bisa lagi memberi makan, sebab lahan pertanian menjadi berkurang.

Hal ini jika dibiarkan bisa menimbulkan sejumlah permasalahan baru karena pertumbuhan penduduk sulit lagi dikendalikan, sembari memberi contoh negara China salah satu negara yang memiliki penduduk terbanyak dunia, kini mereka berhasil mengembangkan tehnologi sehingga sekarang mereka mampu mengekspor beras sebaliknya Indonesia dengan lahan pertanian cukup luas namun masih mengimpor beras.

“Karena itu diharapkan, BKKBN Sulut mampu mencari pola-pola pengendalian kelahiran penduduk sehingga bisa dikontrol produktifitas kelahirannya,”ingat SHS seraya berharap Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulut yang baru untuk dapat bersinergitas dan bekerjasama secara terpadu dan berkelanjutan dan berani melakukan perubahan-perubahan sekaligus menciptakan terobosan-terobosan baru yang mampu mensolusikan berbagai permasalahan di bidang kependudukan dan keluarga berencana dalam mewujudkan Sulawesi utara yang semakin berbudaya, berdaya saing dan sejahtera.(tim/sulutonline)