SHS Harapkan Mahasiswa Papua Kembali ke Bangku Kuliah

SHS disambut histeria massa aksi demo di kantor gubernurSHS disambut histeria massa aksi demo di kantor gubernur

Kapolda Jamin Keamanan Mahasiswa Pasca Insiden Berdarah

Manado-Gubernur Sulut DR Sinyo Harry Sarundajang (SHS) berharap agar seluruh mahasiswa asal Papua yang tersebar dibeberapa universitas yang ada di Sulut, untuk kembali ke bangku kuliah dan jangan meninggalkan Sulut.

“Kapolda Sulut sudah menyatakan menjamin keamanan bagi seluruh mahasiswa asal Papua. Karenanya kembalilah ke bangku kuliah agar secepatnya selesai kemudian bisa membangun daerah Papua. Warga Sulut sangat welcome bagi siapa saja untuk menuntut ilmu disini, termasuk mahasiswa asal Papua,”ujar SHS saat didampingi Kapolda Sulut Brigjen Pol Drs Jimmy Palmer Sinaga, Danrem 131 Santiago Brigjen TNI Musa Bangun, Kabinda Sulut, Wagub Sulut DR Djouhari Kansil serta sejumlah pejabat teras di Sulut, saat menemui ribuan masa aksi mahasiswa asal Papua di halaman kantor gubernur, Selasa (21/10/2014) sore.

Apalagi menurut SHS, sejak dulu banyak warga Sulut sudah menjadi guru di tanah Papua termasuk dalam pelayanan gerejawi. “Opa saya juga pernah menjadi guru di tanah Papua, jadi tidak ada masalah dan silahkan teruskan kuliah anda semua disini. Saya juga akan terus melakukan koordinasi bersama gubernur Papua, saya juga menyatakan menjamin keamanan warga Papua yang datang menuntut ilmu di daerah kita,”tambah SHS yang disambut teriakan “ Papua Hidup” Sulut terima kasih, Samratulangi terima kasih,” oleh ribuan masa aksi damai yang menduduki kantor gubernur sejak pukul 10.00 wita hingga pukul 17.40 wita tersebut.
 Gubernur, Danrem, Kapolda saat bersama ribuan mahasiswa asal Papua
Dalam kesempatan itu juga Gubernur SHS menyatakan akan turun ke Tataaran dan menginap disana untuk memastikan keamanan bagi ribuan mahasiswa asal Papua. “Saya akan bertanggungjawab semua biaya untuk pemulangan jenazah almarhum Potius Tabone (25) yang meninggal dalam insiden Minggu subuh lalu,”kata SHS.

Sedangkan keberadaan 400 an mahasiswa yang “terkurung” di asrama Cenderawasih di Tondano Tataaran Unima, menurut SHS akan diberikan jaminan makanan dan minuman hingga situasi berangsur pulih. Karenanya SHS juga mengimbau agar seluruh mahasiswa Papua agar ikut menjaga keamanan bersama, termasuk menghindari Miras.

“Namun begitu, tolong juga sampaikan pada seluruh keluarga anda di Papua agar menjaga dan melindungi seluruh warga Sulut yang berada disana,”ingat SHS yang disanggupi ribuan mahasiswa Papua.

Kapolda Sulut Brigjen Pol Drs Jimmy Palmer Sinaga dihadapan ribuan mahasiswa asal Papua menyatakan menjamin keamanan hingga rekonsiliasi antara mahasiswa Papua dengan warga Tataaran Dua tercipta. “Dalam waktu dekat kami akan turun bersama untuk melakukan rekonsiliasi, termasuk akan mengundang seluruh tokoh agama, masyarakat untuk duduk bersama agar tidak ada lagi dendam antara kedua belah pihak,”terangnya.

Kendati demikian, Sinaga memastikan akan tetap memproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku pada pelaku insiden Minggu subuh. “Tidak terkecuali, baik mahasiswa maupun warga Tataaran, jika bersalah akan diproses. Ini negara hukum, tentunya sambil berharap agar kedua belah pihak terus melakukan rekonsiliasi,”terangnya seraya menambahkan, bahwa ratusan mahasiswa yang saat ini berada di asrama di Tondano, Tataaran Minahasa, bukannya ditahan, melainkan diamankan dilindungi supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

”Saya sudah perintahkan pada Kapolres Minahasa, Tomohon termasuk Manado untuk menjaga keamanan para mahasiswa asal Papua. Khususnya yang berada di Unima Tondano akan diberikan suntikan makanan dan minuman hingga kondisi terkendali,”jelasnya.

Sebelumnya, sekitar 8 orang mahasiswa telah melakukan pembicaraan awal bersama Danrem 131 Santiago dan Kabinda serta Wagub Kansil diruang rapat wakil gubernur Sulut untuk memastikan agar suasana tetap kondusif.

Diketahui, kedatangan ribuan masa aksi mahasiswa asal Papua dari berbagai Univetsitas di Sulut di kantor gubernur untuk meminta jaminan dan perlindungan keamanan bagi mereka agar terus dapat menuntut ilmu di bumi Nyiur Melambai.
Wagub Kansil bersama instansi terkait saat membicarakan rencana pemulangan jenazah mahasiswa ke Papua
Berikut kutipan tuntutan dan pernyataan sikap tertanggal 20 Oktober 2014 yang ditandatangani Yemto Tabo sebagai ketua umum Ikatan Mahasiswa Indonesia Papua di Sulut dan Sekertaris Umum Fentom Solosa yang diserahkan pada gubernur Sulut.

Dengan ini kami menyatakan, kepada pemerintah provinsi Sulut bahwa atas pembunuhan saudara kami, almarhum Etius Tabuni di Tataaran Kabupaten Minahasa, maka kami bermohon kepada pemerintah daerah provinsi Sulawesi Utara untu segera:

1.Membebaskan tanpa syarat terhadap mahasiswa dan mahasiswi asal Papua dan Papua Barat sebanyak 447 jiwa di Tondano tang pada hari ini juga untuk turun ke Manado sebelum jenazah dikirim ke bumi Cenderawasih.
2.Bermohon agar pemerintah provinsi Sulawesi Utara untuk menghadirkan pemerintah provinsi Papua dan Papua Barat, tokoh agama, tokoh masyarakat Minahasa untuk mengklarifikasi kebenaran masalah.
3.Segera mengungkap pelaku pembunuhan yang tidak manusiawi.
4.Seluruh pengurusan biaya almarhuma adalah tanggungjawab pemerintah Sulawesi Utara.
5.Jika semua tuntutan kami tidak ditanggapi secara serius maka kami seluruh bangsa Papua akan eksodus besar-besaran ke tanah suci Melanesia dengan catatan bahwa orang Minahasa di Papua harus dipulangkan kembali. (tim/sulutonline) . .