Mewoh: Warga Tataaran Juga Sepakat Damai

Kasat Pol PP Pemprov Sulut Drs Roy MewohKasat Pol PP Pemprov Sulut Drs Roy Mewoh

Format Rekonsiliasi Pasca Tataaran Berdarah Disusun

Manado-Ketegangan antara warga Tataaran Dua dengan Mahasiswa Papua, pasca insiden berdarah pada Minggu (19/10/2014) subuh, berangsur mulai pulih. Pun ribuan mahasiswa asal Papua sudah menyatakan sepakat damai dalam aksi demo di kantor gubernur, Selasa (20/10/2014) lalu.

Gaung pun bersambut, menyusul pertemuan bersama warga Tataaran pada Selasa malam, juga menyetujui kesepakatan damai yang digaungkan gubernur Sulut Dr Sinyo Harry Sarundajang (SHS) dihadapan mahasiswa Papua tersebut.

“Hasil pertemuan bersama tokoh masyarakat Tataaran, pada pukul 20.00 wita hingga 24.00 wita kemarin malam, mendukung upaya rekonsiliasi. Mereka juga menyatakan kesepakatan untuk damai,”jelas Kasat Pol PP Pemprov Sulut Drs Roy Mewoh yang dibenarkan Karo Orpeg Setdaprov Sulut Jemmy Ringkuangan yang ditugaskan SHS untuk melakukan pembicaraan awal bersama warga Tataaran.

Dikatakan Mewoh, usai aksi demo mahasiswa Papua pada Selasa pagi hingga malam, gubernur Sulut langsung memerintahkan agar dirinya bersama Karo Orpeg segera turun lapangan untuk mengadakan dialog bersama warga Tataaran.

“Saat ini, kami sedang menyusun format rekonsiliasi. Dalam surat tersebut, nantinya akan disusun siapa saja yang akan bertandatangan nanti. Yang pasti para mahasiswa dan warga Tataaran merupakan fokus rekonsiliasi. Kemudian akan melibatkan tokoh masyarakat, gereja, aparat Kepolisian, TNI dan Pemerintah Kabupaten Minahasa serta Pemprov Sulut dan Pemprov Papua,”ungkap Mewoh.

Ditambahkan Mewoh, setelah format rekonsiliasi tersusun, kemudian para pihak terkait akan duduk bersama tentang langkah-langkah kedepan demi keamanan dan kenyamanan kedua belah pihak. “Kami berharap, rekonsiliasi nanti akan berjalan dengan baik dan penuh kekeluargaan,”ingatnya. (tim/sulutonline)