Ratusan Tou Kawanua Gelar Jalan Sehat di Ibukota

Wagub Kansil saat membuka pentas kolosal kesenian Nusa Utara di TMII Rabu laluWagub Kansil saat membuka pentas kolosal kesenian Nusa Utara di TMII Rabu lalu

Warga Nusa Utara Gelar Pentas Kolosal di Gedung Britama

Jakarta-
Setelah menghentak ibukota dengan pagelaran kesenian khas warga Nusa Utara pada Kamis (22/10/2014), kali ini ratusan Tou Kawanua – Sulawesi Utara (Sulut), menggelar jalan sehat di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang merupakan rangkaian HUT Emas Sulut, pada Sabtu (25/10/2014) pagi.

“Jalan sehat ini, merupakan rangkaian tahun emas Sulawesi Utara yang start dan finish di anjungan Sulut di Taman Mini Indonesia Indah, “terang Wakil Gubernur Sulut, DR Djouhari Kansil MPd, didampingi Kepala Badan Penghubung Jimmy Suprianda Ruru dan Kepala Badan Koordinasi dan Penanaman Modal Daerah Jimmy Kuhu kepada wartawan di kantor penghubungan Pemprov Sulut di Jakarta, Jumat (24/10/2014) sore.

Ditambahkan Kuhu, jalan sehat yang akan dibuka secara resmi oleh Wagub Kansil tersebut, terbuka untuk umum dan akan diikuti Perkumpulan, Kerukunan, Roong, Taranak, Kawanua di Jabotabek serta peserta dari 15 Kabupaten dan Kota se Sulut.

“Satu kelompok terdiri dari 10-15 orang. Setiap peserta akan mendapatkan souvenir tahun Emas Sulut 2014. Dianjurkan, setiap kelompok membawa spanduk sendiri mewakili kabupaten dan kota atau perkumpulan yang diwakili,”tambah Kuhu seraya menyebutkan peserta akan mendapatkan hadiah hiburan jutaan rupiah.

Terkait dengan itu, ribuan warga Nusa Utara akan menggelar pentas kolosal kesenian khas warga kepulauan di gedung Graha Britama Kelapa Gading Jakarta yang akan dimulai pukul 18.00 wita sampai selesai.

“Gelaran pentas kolosal ini merupakan rangkaian kegiatan yang telah digelar di kawasan TKB Manado dan pada tanggal 22 Oktober 2014 di TMII. Nah, acara puncaknya dilaksanakan di gedung graha Britama Kelapa Gading,”jelas Wagub Kansil.

Wagub Kansil menambahkan, dalam gelaran acara yang diikuti ribuan warga Nusa Utara ini menampilkan Masamper dan Tarian Ampat Wayer secara kolosal yang diiringi musik bambu serta pembacaa puisi karya pujangga JE Tatengkeng. (tim/sulutonline).