Pagelaran Kesenian Nustar di Jakarta Berlangsung Spektakuler

Musik Bambu Nusa Utara gemparkan JakartaMusik Bambu Nusa Utara gemparkan Jakarta

Jakarta-Pagelaran musik bambu dan rentak tari kolosal warga Nusa Utara (Sitaro, Sangihe dan Talaud, red) di Sport Mall Britama Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu (25/10/2014) malam, berlangsung spektakuler.

Antusiasme warga ibukota atas gelaran seni adat Tiga daerah kepulauan di ujung Sulut yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Philipina itu, bagaikan magnet. Menyusul daya magis atas seni budaya yang ditampilkan secara kolosal dengan melibatkan sekitar 2000-an warga Nusa Utara ini ternyata mampu menyedot perhatian warga ibukota.

Ruangan gedung berukuran raksasa pada Sabtu malam itu, seakan menjadi saksi betapa kekuatan budaya mampu merekatkan kerukunan antas Etnis, di tiga daerah kepulauan tersebut. "Seni dan budaya Nusa Utara kaya dan melekat dengan keberadaan warga setempat. Masyarakat bersyukur kepada pencipta telah memberikan sumber daya darat dan laut yang melimpah,"ujar Wakil Gubernur Djouhari Kansil saat didampingi Wakil Bupati Kabupaten Sangihe Drs Jabes Gaghana kepada sejumlah wartawan di sela-sela gelaran acara ini.
Rentak tari warga Nusa Utara
Kansil mengatakan kebudayaan yang tumbuh dan berkembang di Nusa Utara, tetap dijaga turun temurun.
Momentum ini katanya, untuk memperkenalkan budaya Nusa Utara serta potensi alam yang memang memerlukan sentuhan dalam rangka mengembangkan kehidupan pembangunan dan perekonomian tiga daerah kepulauan ini.

Wagub Kansil menambahkan budaya Masamper dan musik bambu memiliki makna kuat. Budaya daerah ini merupakan berkat pemersatu yang perlu dilestarikan dan di promosikan sebagai jati diri warga Nusa Utara.
Nusa Utara kata dia, terbukti mampu menjaga dan mengembangkan budaya serta terus menorehkan hasil positif bagi kemajuan daerah.
Wagub Sulut Djouhari Kansil bersama ibu dan Wakil Bupati Sangihe Jabes Gaghana saat turun meramaikan Masamper
"Mari bersama-sama kita kelola industri pariwisata sehingga banyak investor dan wisatawan datang ke tiga daerah kepulauan ini," ajaknya.

Gelaran musik bambu secara massal ini ikut menampilkan tari Tagonggong, Masamper, paduan suara di antaranya paduan suara Petra Manganitu, solo Dian Gaghana berjudul Gadis Tahuna, musik bambu
Makalekuhe, Masamper IKSAT Bitung serta puisi JE Tatengkeng berjudul Nelayan Sangihe yang dibacakan oleh Pitres Sombowadile. (tim/sulutonline)