Theodora Walukow Wakili Indonesia pada Olimpiade Catur Pelajar di Brazil

Theodora Walukora bersama ibunya saat berbicara dengan Theodora Walukora bersama ibunya saat berbicara dengan ibu Mieke Kansil Tatengkeng

Theodora: Terima Kasih Ibu Mangindaan dan Ibu Kansil

Jakarta-Rasa haru jelas terpancar di wajah keluarga Troy Walukow dan istrinya saat menerima sumbangan secara spontan dari Ibu Adeline Mangindaan Tumbuan dan Ibu Mieke Kansil Tatengkeng, dalam gelaran acara rangkaian HUT Emas Sulut ke 50 2014 di anjungan Sulut Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada Sabtu (25/10/2014) akhir pekan lalu.

Pasalnya, pasangan suami istri yang merupakan orang tua dari Theodora Paulina Walukow, siswa kelas lima SD St Fransiskus 3 Jakarta Timur tersebut, akhirnya mendapat kesempatan untuk mendampingi putri mereka untuk berlaga mewakili Indonesia pada olimpiade catur pelajar di Brasil 25 November 2014 bulan depan.

“Terima kasih pada Ibu Adeline Mangindaan Tumbuan dan Ibu Mieke Kansil Tatengkeng atas kepeduliannya. Berkat bantuan ini, kami bisa mendampingi anak kami ke Brazil,”jelas mereka di sela-sela acara yang juga dihadiri Wakil Ketua MPR RI EE Mangindaan dan Wakil Gubernur Sulut DR Djouhari Kansil serta sejumlah pejabat teras Sulut lainnya.

Sementara menurut Thoedora, dirinya mendapat kesempatan berlaga di Brazil tersebut setelah mengikuti kompetisi dan menjadi juara satu pada pelaksanaan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat nasional.

Dikatakan Theodora, untuk mempersiapkan olimpiade Brazil, dirinya tekun berlatih dua hingga tiga jam dalam sehari, tanpa harus mengorbankan mata pelajaran di sekolah. "Sekolah tetap menjadi prioritas. Walaupun saya memiliki bakat di catur, tetapi sukses menimba ilmu di bangku pendidikan harus menjadi utama. Apalagi saya bercita-cita menjadi dokter di masa depan,"tuturnya.

Dia menambahkan persiapan yang dilakukan saat ini dibantu seorang pelatih dan beberapa kali melakukan mitra latih dengan beberapa master nasional untuk menambah wawasan dan strategi, sehingga bisa bermanfaat pada saat bertanding nanti.

"Kadang yang menjadi kelemahan adalah pada saat permainan berlangsung lama. Memang perlu konsentrasi tinggi apalagi catur adalah olahraga berpikir dan menganalisa strategi,"terangnya dengan mimik serius.

Sementara itu ayah Theodora, Troy Vorgotha Walukow mengatakan anaknya tergolong keras ketika berlatih, dan mampu bersaing dengan beberapa master nasional seperti Jacobus Sampouw, Stanley Ingkiriwang serta mitra tanding lainnya.

"Bakatnya mulai terlihat ketika kelas dua. Saya membimbingnya berlatih keras selesai pulang kerja. Dan beruntung dia bisa berhasil. Memang dia masih butuh banyak berlatih dan bertanding. Mudah-mudahan bisa berhasil di Brasil nanti," harapnya.(tim/sulutonline).