SHS Sebutkan 3 Pokok Pemikiran Samratulangi

SHS saat berbicara dalam seminar nasional menjadi sulut sebagai pintu gerbang Asia PasificSHS saat berbicara dalam seminar nasional menjadi sulut sebagai pintu gerbang Asia Pasific

Jakarta-Gubernur Sulut DR Sinyo Harry Sarundajang (SHS) menyebutkan sosok DR Sam Ratulangi merupakan manusia yang luar biasa karena mampu meneropong masa depan Sulut yang berada di bibir Pasific.

Setidaknya ada 3 pokok pemikiran Samratulangi diuraikan SHS dalam Seminar Nasional yang bertemakan "Menjadikan Provinsi Sulawesi Utara Pintu Gerbang Indonesia Untuk Kawasan Asia Pasific di Hotel Asana Kawanua Jakarta, Kamis (30/10/2014).

Ketiga pokok pemikiran tersebut, yakni, (1) Harus ada daya tahan lokal. (2) Daya saing, (3) Apapun yang dilakukan harus selalu mengarah ke Asia Pasifik.

Disebutkan SHS dalam DR Samratulangi dalam bukunya menghadapi pintu gerbang Asia Pasifik, menekankan Pertama; Harus ada daya tahan lokal. Sulut sebagai daerah yang mempunyai sumber daya sangat kaya harus mampu mengelola dengan baik sumber daya yang terdapat di daratan dan lautan, bukan hanya yang ada di permukaan laut tetapi juga yang ada didalam laut karena 80% wilayah Sulut adalah laut.

Kedua, Daya saing. Sulut harus menciptakan manusia - manusia cerdas untuk dapat mengelola Sumber Daya tersebut, disadari bahwa saat ini dunia semakin mengglobal dan peranan ilmu pengetahuan semakin besar, hanya orang - orang pintar dan mengussai IPTEK yang mampu menguasai dunia. Sulut terus berbenah dengan menghasilkan tenaga terampil, para doktor dengan program 1000 doktor dan lain-lain.

“Yang ke Tiga, apapun yang dilakukan harus selalu mengarah ke Asia Pasifik,”ingat SHS.

Pada bagian lain SHS menyatakan keberhasilan melaksanakan iven iven internasional seperti WOC, Sail Bunaken, WCRC dan lain lain telah mampu mengangkat dunia pariwisata dan mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Dalam kesempatan itu, SHS mengharapkan bahwa beberapa mega proyek yang sedang dibangun di Sulut seperti jalan tol Manado Bitung dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Bitung akan semakin mampu menduniakan Sulut dan mengakibatkan multy player effect ekonomi yang mampu mensejahterakan masyarakat.

Pembawa materi dalam seminar nasional tersebut disamping SHS juga Prof.Dr. H.A.R. Tilaar yang membawakan materi tentang Tantangan Pendidikan dan Sumber Manusia dalam menghadapi MEA 2015, dr. Bert Supit dengan materi Mengatasi krisis SDM menyambut geostrategi Sulawesi Utara dan pembicara lainnya antara lain Michael Umbas, Suhendra Boroma dan tokoh nasional asal Sulut lainnya.(tim/sulutonline)