PNS Pemprov “Enggan” Hadiri Peringatan Hari Pahlawan ?

Forkompimda Sulut saat menabur bunga di Makam Mantan Gubernur Sulut C. J. RantungForkompimda Sulut saat menabur bunga di Makam Mantan Gubernur Sulut C. J. Rantung

SHS Ingatkan Generasi Muda Harus Idolakan Pahlawan

Manado-Ini warning bagi abdi negara Pegawai Negeri Sipil (PNS). Betapa tidak, upacara peringatan Hari Pahlawan Nasional, yang dilaksanakan Pemprov Sulut, Senin (10/11/2014) pagi, di lapangan kantor Gubernur Sulut, hanya dihadiri kurang lebih setengah PNS di lingkungan Sekertariat Daerah Provinsi (Setdaprov).

Tak pelak, keadaan ini memicu amarah Asisten I Setdaprov Sulut Drs Jhon Palandung yang bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup) naik pitam dan meminta SKPD di lingkup kantor gubernur untuk segera memasukan absensi.

"Absensi BKD sesuai dengan petunjuk bapak Gubernur, Wakil Gubernur dan Sekdaprov, segera dimasukan setelah selesai upacara ini. Kelihatannya, hampir setengah yang tidak hadir," semprot Palandung saat upacara yang turut dihadiri Asisten II Drs Sanny Parengkuan, Kepala Biro (Karo) Sumberdaya Alam (SDA) DR Jemmy Kumendong, dan Karo Kesra dr Bahagia Mokoagow.

Kendati diakui Palandung, pejabat eselon II jajaran Pemprov Sulut lainnya, juga mengikuti upacara peringatan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kairagi Manado dengan Inspektur Upacara Danrem 131 Santiago Brigjen TNI Musa Bangun yang dihadiri Forkopimda dan Ketua Dewan Sulut. Sementara, SKPD diluar Kantor Gubernur, melaksanakan upacara di kantor masing-masing.

“Pak gubernur sendiri saat ini sedang berada diluar daerah,”terangnya saat ditanya ketidakhadiran gubernur Sulut.

Sementara gubernur Sulut DR Sinyo Harry Sarundajang (SHS) dalam sambutannya yang dibacakan Palandung mengatakan, peringatan Hari Pahlawan 10 November 2014 merupakan momentum penting bagi kalangan generasi muda bangsa Indonesia di daerah ini. Karena fenomena sekarang, dimana generasi muda untuk mengidolakan para pahlawan mengalami penurunan semangat nilai-nilai perjuangan yang kini mulai pudar.

“Karena itu, perlu diingatkan nilai-nilai perjuangan para pahlawan yang telah merebut kemerdekaan bangsa kita dari tangan penjajah perlu dilestarikan. Bahkan generasi muda mampu mengidolakan pahlawan kita yang telah gugur. Terutama, pahlawan yang berasal dari Provinsi Sulawesi Utara,”ingat SHS.

Sementara Wagub DR Djouhari Kansil MPd menegaskan, guna melestarikan nilai-nilai perjuangan dari para pahlawan kita maka generasi muda harus mampu mengimplementasikannya melalui tindakan yang tidak bertentangan dengan masalah-masalah sosial antara lain miras sehingga menyebabkan terjadinya pertikaian antar kampung yang disertai panah wayer, HIV/AIDS, seks bebas, serta Narkoba.(tim/sulutonline).