UU No 19/2013 Menjawab Permasalahan Petani

Sosialisasi Undang-Undang nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan PetaniSosialisasi Undang-Undang nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani

Manado-Sekdaprov Sulut Ir Siswa Rahmat Mokodongan dalam sambutan yang dibacakan Kepala Sekretariat Bakorlu Sulut Ir Jefry Senduk, menegaskan, dengan adanya Undang-Undang nomor 19 tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, maka permasalahan yang melilit para petani akan terjawab.

Demikian Mokodongan melalui Senduk dalam acara Sosialisasi Undang-Undang nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, Rabu (12/11/2014) di ruang Ex WOC kantor Gubernur Sulut.

“Permasalahan yang dihadapi petani dewasa ini, antara lain meningkatnya kecenderungan perubahan iklim, resiko bencana dan gejolak ekonomi global, serta sistem pasar yang tidak berpihak kepada petani. Nah dengan adanya undang-undang ini akan menjawab semuanya,”terangnya.

Selain itu, UU nomor 19 tahun 2013 ini, antara lain bertujuan untuk mewujudkan kedaulatan dan kemandirian petani dalam rangka meningkatkan taraf kesejahteraan, kualitas dan kehidupan yang lebih baik, menyediakan prasarana dan sarana pertanian yang dibutuhkan dalam mengembangkan usaha tani.

Karena itu, UU ini hendaknya harus mampu dipahami dengan baik oleh semua pihak yang bergerak di sector pertanian bersama stakeholder terkait, terutama para penyuluh yang bertugas melaksanakan pendampingan kepada petani di Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Utara.

Sementara itu, Senduk dalam materi tentang Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013, menegaskan implementasi Undang-Undang ini terkait dengan kewenangan beberapa instansi terkait yang nantinya dapat duduk bersama untuk membahas secara holistik dan komprehensif apa yang menjadi tugas dan fungsinya masing-masing.

Sedangkan Kepala Biro Sumber Daya Alam Setdaprov Sulut DR Jemmy Kumendong, MSi memaparkan tentang kebijakan-kebijakan umum menyangkut Penyelenggraan Penyuluhan di Sulawesi Utara.(tim/sulutonline)