Sulut Cetak Rekor MURI Dengan 8367 Peserta Deteksi Dini Obesitas

Manager Rekor MURI Sriwidayati saat menyerahkan piagam rekor MURI pada Kepala Dinas Kesehatan dr Grace PunuhManager Rekor MURI Sriwidayati saat menyerahkan piagam rekor MURI pada Kepala Dinas Kesehatan dr Grace Punuh

Menkes Ingatkan 5 Hal di HKN ke-50

Manado-
Luar biasa ! Sulut berhasil mencetak rekor baru dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk kategori peserta Deteksi Dini Obesitas dengan jumlah peserta 8367 orang. Sebelumnya, rekor ini dipegang oleh Surabaya dengan rekor 1041 peserta pada 31Juli 2011 lalu.

Bahkan manager MURI Sriwidayati, mengaku tidak menyangka Sulut akan mencapai jumlah sedemikian banyak. “Ini luar biasa dan patut diberikan apresiasi,”ujarnya usai menyerahkan piagam penghargaan Rekor MURI nomor 6726/R.MURI/XI/2014 sebagai penyelenggara dan pendukung Deteksi Dini Obesitas dengan peserta terbanyak pada Kepala Dinas Kesehatan Sulut dr Grace Punuh di halaman kantor gubernur, Rabu 12/11/2014).

Bahkan mantan Kepala Dinas Kesehatan dr Maxi Rondonuwu yang kini menjabat sebagai Direktur RSUP Prof Kandouw Malalayang, mengatakan acara seperti ini sangat baik sebagai daya ungkit dan animo masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat.

Diketahui, pemecahan rekor MURI tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 50 dan HUT Emas Sulut ke 50 tahun 2014.

Sebelumnya, gelaran pemecahan rekor ini sedikit molor dari jadwal sebelumnya menyusul turunnya hujan sehingga lapangan depan kantor gubernur tidak bisa dimanfaatkan untuk upacara peringatan HKN.
Anggota Dewan Sulut Hannya Jost Pajouw saat mengikuti rangkaian pemecahan Rekor MURI
Perhitungan pencatatan rekor MURI itu sendiri berakhir pukul 12.00 wita karena menunggu data dari kabupaten kota. Total angka 8367 orang tersebut didapat dari peserta Pemprov sebanyak 1405. Manado 223 orang. Mitra 800 orang. Kotamobagu 245 orang. Bitung 900 orang. Bolsel 4259 orang. Minahasa 461 orang dan Minut 74 orang.

“Puji syukur pemecahan rekor berhasil dilakukan. Ini juga tak luput dari suport gubernur, wakil gubernur, sekdaprov Sulut, serta ketua TP PKK Sulut, anggota dewan Sulut, tenaga paramedis dan masyarakat Sulut,”jelas Kepala Dinas Kesehatan Sulut dr Grace Punuh yang dibenarkan ketua panitia pelaksana dr Nora Lumentut.

Sementara Sekdaprov Sulut Ir SR Mokodongan yang bertindak sebagai Inspektur Upacara peringatan HKN saat membacakan sambutan Menteri Kesehatan Prof Dr dr Nila Farid Moeloek, SpM (K) mengingatkan lima hal terkait dengan kemajuan pembangunan kesehatan.
Ketua TP PKK Dra Deetje Sarundajang Laoh Tambuwun saat memimpin peninjauan pemecahan Rekor MURI
Lima hal tersebut antara lain pembangunan kesehatan merupakan investasi negara khususnya dalam menopang peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) bersama dengan pendidikan dan pendapatan perkapita. “Untuk itu sebagai investasi, orientasi pembangunan kesehatan harus lebih didorong pada aspek-aspek promotif tanpa melakukan aspek kuratif rehabilitatif,”katanya.

Pendekatan sasaran pokok pembangunan kesehatan adalah ibu hamil, bayi dan balita, anak usia sekolah dan remaja, pasangan usia subur serta lansia khusus didaerah populasi tinggi, terpencil perbatasan, kepulauan dan rawan bencana.

Peringatan HKN Sulut ini juga ditandai dengan pelepasan balon yang dilakukan Sekdaprov, Ketua TP.PKK Sulut Ny Deetje Sarundajang Laoh Tambuwun dan Kadis Kesehatan Sulut dr Grace L Punuh Mkes.

Usai upacara Mokodongan bersama Ibu Deetje dan sejumlah anggota Dewan Sulut serta pejabat teras pemprov melakukan deteksi dini obesitas lewat pengukuran lingar perut tinggi badan dan berat badan.(tim)/sulutonline).