Ast I Papua: Mahasiswa Mabuk, Tangkap, Penjarakan dan Pulangkan

Asisten I Pemprov Papua Drs Doren Wakerkwa bersama rombongan Asisten I Pemprov Papua Drs Doren Wakerkwa bersama rombongan saat menemui Asisten I Pemprov Sulut Drs Jhon Palandung

Sulut, Papua, Papua Barat Akan Natalan Bersama

Manado
-Pernyataan tegas dilontarkan Asisten I Bidang Pemerintahan Pemprov Papua Drs Doren Wakerkwa saat pertemuan bersama Asisten I Pemprov Sulut, Drs Jhon Paladung, terkait rencana pelaksanaan natal bersama Pemprov Sulut, Papua dan Papua Barat, pertengahan Desember 2014 mendatang.

“Jika kedapatan ada mahasiswa Papua mabuk, saya imbau agar aparat segera tangkap, penjarakan satu malam, kemudian pulangkan,”sergahnya usai pertemuan bersama, Kamis (13/11/2014) sore.

Sebelumnya, dalam pertemuan penuh kekeluargaan selama 1 jam tersebut, Wakerkwa turut didampingi Pdt Thomas Wenda, Pdt Willemo Assa dan mantan ketua dan pembina Mahasiswa Papua di Sulut Elius Enembe bercerita banyak tentang keinginan rekonsiliasi pasca insiden berdarah 19 Oktober 20114 lalu.

Asisten I Pemprov Papua, Doren Wakerkwa yang mengaku lulusan UKIT Tomohon itu menyatakan, kejadian lalu, seyogyanya dijadikan pelajaran berharga bagi kedua belah pihak. “Jangan sampai ada oknum-oknum tidak bertanggungjawab menyusup memperkeruh keadaan baik yang sudah lama terbina. Apalagi, gubernur Papua merupakan lulusan Unsrat. Nah, hubungan kekerabatan ini harus kita jaga bersama demi keutuhan negara dan bangsa yang sama kita cintai ini,”ingatnya yang dibenarkan Palandung.

Dia menuturkan, saat jenazah korban insiden 19 Oktober 20014 lalu di pulangkan dan tiba di Wamena, issu di Papua cukup meresahkan. Beredar issu, bahwa pasukan Brigade Manguni (BM) akan menyerang seluruh warga Papua yang tinggal di Sulut. Bersamaan dengan itu, issu tak sedap juga merebak di Wamena yang menyebutkan, warga Sulut akan diserang warga Wamena. Alhasil seluruh warga Sulut kemudian mengungsi ke Jayapura.

“Nah, warga Sulut yang mengungsi ke Jayapura dari Wamena ini kami tampung, kami jaga dan kami jamin keselamatannya. Untuk itu, saya juga minta agar Pemprov Sulut membantu anak-anak mahasiswa kami di asrama Cendrawasih dengan menyumbangkan 1 ton beras,”pinta Wakerkwa pada Paladung.

Wakerkwa bersama rombongannya juga mengaku sebelumnya sudah melakukan pertemuan dengan para mahasiswa asal Papua. Dia juga menyatakan sudah mewanti-wanti untuk hindari Minuman Keras (Miras).

”Melalui kesempatan ini, saya juga imbau agar seluruh mahasiswa asal Papua untuk segera selesaikan kuliah kemudian pulang membangun daerah,”katanya seraya menyebutkan, para mahasiswa yang sudah terlanjur pulang ke Papua pasca insiden sudah mulai kembali datang ke Sulut untuk melanjutkan perkuliahannya.

Asisten I Pemprov Sulut Drs Jhon Palandung atas nama Gubernur, Wakil Gubernur, Sekdaprov, Forkompimda dan masyarakat Sulut, menyatakan menyambut baik upaya rekonsiliasi dan rencana pertemuan yang akan melibatkan gubernur Sulut, gubernur Papua, gubernur Papua Barat, serta para bupati-walikota se Papua pada pertengahan bulan Desember 2014 mendatang.

“Pertemuan bersifat kekeluargaan ini juga akan dirangkaikan dengan perayaan Natal bersama, dengan melibatkan para mahsiswa asal Papua dan khususnya warga Tataaran,”kata Palandung. (tim/sulutonline)