Wartawan Sulut Demo Desak Kapolri Tuntaskan Insiden Makassar

Aksi unjuk rasa pers Sulut di Zero Point kota ManadoAksi unjuk rasa pers Sulut di Zero Point kota Manado

Jurnalis Sulut: Hentikan Kriminalisasi Pers!

Manado-Buntut aksi kekerasan yang dilakukan oknum aparat Brimob SulSel terhadap pekerja Pers saat meliput unjuk rasa di Kampus UNM Makassar, Kamis (13/11/2014) sore, memicu reaksi insan Pers di Indonesia. Dalam insiden tersebut, tercatat sejumlah wartawan mengalami pemukulan. Mereka diantaranya, wartawan MetroTV dan Fotografer Tempo Makassar.

Pun, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sulut dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Manado, Jumat (14/11/2014), turun ke jalan melakukan aksi demo menuntut Kapolri menuntas kasus ini.

Unjuk rasa yang diawali di Zero Point pusat Kota Manado pukul 10.30 wita inipun menjadi tontonan masyarakat. Setelah menumpahkan uneg-unegnya, puluhan wartawan terus bergerak menuju kantor Mapolda Sulut di jalan Bethesda Manado. Aksi serupa dilakukan puluhan wartawan didepan pintu masuk kantor korps baju coklat tersebut.
Orasi di depan kantor Mapolda Sulut
Menariknya, selain melakukan orasi secara bergantian yang dilakukan Ketua AJI Manado Yoseph Ikanubun, dan Sekertaris AJI Manado Mohammad Irzal serta wartawan Kompas Ronny Buol, puluhan wartawan di Sulut ini kemudian melakukan aksi melepas atribut kewartawanan seperti kartu pers, kamera dan berbagai peralatan dan digelar dipintu masuk kantor Mapolda Sulut, sebagai bentuk protes terhadap kriminalisasi pers.

Aksi demo kemudian ditutup dengan pembacaan pernyataan sikap IJTI Sulut yang dibacakan wartawati ANTV Rahmadian Pulontalo. “Tuntutan insan Pers Sulut akan kami teruskan pada pimpinan. Terima kasih sudah melakukan aksi demo dengan damai,”ujar AKBP Drs E Polimpung Kasubdit 3 Dit Intelkam Mapolda Sulut saat menerima berkas pernyataan sikap mewakili Kapolda Sulut.
Sejumlah kartu Pers dan peralatan wartawan yang dilepas sebagai bentuk Protes
Berikut isi pernyataan sikap IJTI Sulut;

1.Mengutuk dan Mengecam aksi biadab oknum aparat atas tindakan brutal bagi kawan-kawan Jurnalis Makassar yang dianiaya di saat bertugas.

2.Mengutuk segala tindakan dan perilaku kekerasan pers di Indonesia dan dunia, khususnya di Kota Manado, Sulawesi Utara.

3.Menyesalkan kasus kriminalisasi pers kembali terjadi di Indonesia.

4.Mendesak Kapolri mencopot Kapolda SulSel dan petinggi perwira di lapangan pada kejadian yang berlangsung pada Kamis (13/11/2014), diusut, ditangkap, diproses hukum bagi para pelaku kriminal Jurnalis.

5.Mendesak Kapolri dan jajarannya mengusut dan menuntaskan kekerasan pers di Indonesia.

6.Mendesak Kapolda Sulut beserta jajarannya, introspeksi dan berbenah serta mencari, mengungkap, menangkap, menyelidiki dan menjebloskan ke penjara terhadap para pelaku kekerasan terhadap Jurnalis di Sulut.

7.Mendesak semua pihak untuk menciptakan suasana aman, nyaman dan kondusif, dan menjadi satu keharusan bagi pihak keamanan, yakni Kepolisia, TNI maupun pemerintah Kota Manado dan Sulawesi Utara, untuk menjalankan tugas dn fungsinya sebagai aparat penegak hukum dan pemerintahan, bukan tindakan brutal.

8.Merapatkan barisan bagi kawan-kawan Jurnalis, mengedepankan etika Jurnalis, profesional, menjaga integritas, independen dan bertanggungjawab, guna mengawal pemberitaan dan informasi serta mengusut, dan menuntaskan kasus kekerasan maupun kriminalisasi pers di Sulut.(tim/sulutonline).