BPBD Sulut Gelar Glady Posko dan Kekuatan Personil

Kepala BPBD Sulut Ir Noldy LiowKepala BPBD Sulut Ir Noldy Liow

Waspadai Banjir dan Tanah Longsor serta Erupsi Gunung Berapi

Manado-Pengalaman bencana banjir dan tanah longsor 15 Januari 2014 lalu, serta ancaman Erupsi gunung berapi Lokon dan Karangetang, memaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulut, terus melakukan berbagai antisipasi agar tidak terjadinya kemungkinan terburuk.

“Nantinya pada tanggal 18 November 2014, kami akan menggelar Galdy Posko antisipasi bencana di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulut,”terang Kepala BPBD Sulut Ir Noldy Liow saat didampingi Kabid Penanganan Darurat Drs Jhon Wungow, dan juru bicara Pemprov Sulut Drs Yahya Rondonuwu, Sabtu (15/11/2014) malam.

Kendati demikian kata Liow, pihaknya menguatirkan bagaimana jika terjadi Dua bencana secara bersamaan. Misalnya, saat bencana banjir dan tanah longsor terjadi, kemudian disusul Erupsi gunung Lokon atau Karangetang yang saat ini status Siaga 3.

“Untuk itu, pada tanggal 21 November 2014, akan dilanjutkan dengan Gelar Kekuatan yang akan melibatkan TNI/Polri, Tim SAR, Mahasiswa, Pelajar dan PNS di halaman kantor gubernur,”tambahnya seraya menyebutkan, sebelumnya, pada Senin (16/11/2014) akan didahului dengan rapat pemantapan.

Liow kemudian mengungkapkan, salah satu tanda gejala alam jika akan terjadi Tsunami adalah, jika terjadi gempa kemudian air laut surut sejauh satu kilometer. “Nah, pada saat ini masyarakat punya kesempatan 30 menit untuk menyelamatkan diri ke arah perbukitan, sebelum air laut kembali naik,”jelasnya. (Baca berita terkait: Sulut Siaga Bencana dan Erupsi Lokon –Karangetang, red)-(tim/sulutonline)