BLH Sulut Teliti 23 Perusahaan Pemakai LB3

Kabid Penaatan Lingkungan BLH Sulut Arfan Basuki SHKabid Penaatan Lingkungan BLH Sulut Arfan Basuki SH

Silangen: J-Resources dan Sutan Raja Target Pemeriksaan

Manado-Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sulut Edwin Silangen SE melalui Kepala Bidang Penaatan Lingkungan Arfan Basuki SH menegaskan, Tim Terpadu yang dibentuk Gubernur pada Agustus 2014 lalu, sementara turun melakukan pemeriksaan terhadap 23 perusahaan pengguna Limbah Bahan Beracun Berbahaya (LB3) di Sulut.

“Dari target tahap pertama sebanyak 23 perusahaan, sudah 14 yang diperiksa. Pemeriksaan terkait, penggunaan LB3, Ketenagakerjaan, dan hasil berkala operasional perusahaan tersebut,”jelas Basuki, Rabu (19/11/2014).

Diungkapkan Basuki hasil pemeriksaan pada 14 perusahaan tersebut khususnya LB3 sudah diambil sampel dan sementara dalam pemeriksaan Laboratorium terakreditasi. Dan hasilnya dalam waktu dekat ini sudah ada.

Basuki menekankan, jika hasil laboratorium ditemukan adanya pelanggaran maka akan diproses sesuai peraturan yang berlaku. Selain peringatan awal untuk memperbaikinya, juga bisa dikenai sanksi pencabutan ijin dan pidana bagi pimpinan perusahaan.

“Termasuk kasus sungai Dumagin yang terindikasi tercemar LB3 perusahaan pertambangan PT JRBM sehingga mengakibatkan matinya ikan di sungai tersebut, sudah dalam penelitian lanjutan. Demikian juga dengan Hotel Sutan Raja dalam kasus IPAL,”katanya seraya menyebutkan pihak dalam pemeriksaan ini tetap menganut asas praduga tak bersalah.

Diketahui, Tim Terpadu yang dibentuk Gubernur dengan ketua Wakil Gubernur serta Wakil Ketua Sekdaprov Sulut tersebut juga didalamnya ada instansi terkait seperti Disnakertrans, Disperindag, ESDM, Kejati, Korem, Lantamal, Polda dan Imigrasi.

Ke 23 perusahaan tersebut masing-masing PT Mapalus Makawanua, PT Janur Kawanua, PT Carvina, PT Bitung Mina Utama, PT Witico Makmur, PT Sari Cakalang, PT Manado Mina Citra Taruna, PT Delta Pasific Indotuna, PT Perikani Bitung, PT Internasional Alianc Food Ind, PT Royal Coconut Airmadidi, PT Sutan Raja Hotel, PT Dimembe Nyiur Agripro, PT Chen Woo Fishery, PLTU Amurang, PT Tri Mustika Coco Minaesa, PT Tropica Coco Prima, PT Putra Karangetang, PT Global Coconut, PT Marga Jaya, dan PT JRBM. (tim/sulutonline).