SHS Ingatkan Anggota Dewan Pisahkan Kepentingan Partai dan Rakyat

Gubernur Sulut Dr Sinyo Harry SarundajangGubernur Sulut Dr Sinyo Harry Sarundajang

Manado-Gubernur Sulut DR Sinyo Harry Sarundajang (SHS) mengingatkan agar setiap anggota Dewan harus berani memisahkan antara kepentingan rakyat dan kepentingan partai politik.

“Ketika sudah menjadi anggota Dewan, itu berarti sudah menjadi perwakilan rakyat. Hilangkan fanatisme partai, pisahkan antara kepentingan partai dan kepentingan rakyat. Utamakan kepentingan rakyat diatas kepentingan yang lainnya, karena anggota Dewan dipilih rakyat,” tegas SHS saat memberikan materi bagi para anggota Dewan Kabupaten Minahasa dan Minahsa Selatan dalam kegiatan orientasi anggota Dewan, di Hotel Gran Puri Manado, Rabu (26/11/2014).

Dikatakan SHS, dalam dunia politik yang digelut oleh anggota Dewan saat ini praktek politik suci bisa menjadi prektek buruk, karena kadang orang menggunakan trik dalam dunia politik untuk memainkan kekuasaan, menghalangi orang dalam mencapai tujuan organisasi.

“Banyak cara dilakukan untuk mencapai tujuan, untuk itu saya ingatkan agar anggota dewan menjaga integritas, gunakan permainan politik yang bersih. Politik bersih digunakan untuk mensejahterakan rakyat, seperti ajaran dalam Kitab Suci,” ingat SHS.

Selama ini kata SHS, kader-kader politik digodok dalam partai politik, melalui orientasi ini mengajarkan kepada para kader untuk memahami pancasila, Undang-undang dasara 1945, memahami pembangunan, memahami cara mensejahterakan rakyat.

Guberenur mengharapkan seluruh anggota dewan memahami beberapa hal tersebut, terus meningkatkan pengetahuan untuk pengembangan diri sehingga paham betul apa yang harus dikerjakan sebagai seorang wakil rakyat yang memperjuangkan hak rakyat.

SHS juga mengingatkan karakter yang tangguh dari seorang politisi yang duduk di kursi Dewan perlu dipertahankan hingga akhir masa pengabdian nanti.

”Bangsa dan daerah memerlukan politisi yang bermoral, memiliki kasih, tanpa karakter yang kuat maka kita akan kehilangan segala-galanya,”katanya seraya mengingatkan pentingnya meningkatkan kecerdasan intelektual sebagai dasar ilmu yang diberikan kepada manusia untuk mensejahterakan sesama, kecerdasan emosional yang digunakan untuk menggerakkan orang lain, membuat orang berempati, serta kecerdasan spiritual yang digunakan untuk menghidupkanm orang lain, membuktikan kebesaran Tuhan sehingga dapat menuntun perjalanan karir seorang politisi kearah yang baik.(tim/sulutonline)